Banyak pihak meyakini, keberhasilan penangkapan Djoko Tjandra akan berpengaruh pada bursa nama-nama calon Kapolri pengganti Jendral Idham Azis.

Namun, pendapat berbeda dilontarkan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane.

Neta menilai, penangkapan terhadap Djoko Tjandra itu sama sekali tak ada kaitannya dengan bursa calon Kapolri.

Sebaliknya, Neta menegaskan bahwa penangkapan buron 11 tahun itu murni dalam rangka penengakan hukum.

Demikian disampaikan Neta S Pane dalam program ‘Ngomonin Politik’ di chanel YouTube JPNN.com.

“Kasus Djoko Tjandra tidak ada kaitan dengan bursa Kapolri baru. Kasus ini terjadi kami duga karena kebobrokan di kepolisian,” tegasnya.

Menurut Neta, ulah Djoko Tjandra telah menyeret dua petinggi kepolisian.

Bos PT Era Giat Prima itu saat berstatus buron juga leluasa keluar ataupun masuk Indonesia, bahkan sempat mengurus pembuatan kartu tanda penduduk (KTP).

Neta menambahkan, IPW sempat melayangkan protes ke Polri ketika kasus Djoko Tjandra mencuat. Namun, protes itu tak ditanggapi.

“Sampai kemudian kami terpaksa membuka ini secara gamblang. Nah, ketika terbuka, muncul opini seolah-olah kasusnya dipolitisiasi untuk memojokkan Kabareskrim (Komjen Listyo Sigit Prabowo) yang disebut calon kuat Kapolri,” ucapnya.

Opini lain kemudian mengemuka setelah Polri berhasil membawa pulang buron yang ditangkap di Kuala Lumpur itu ke Indonesia.

Menurutnya, opini itu memberi kesan penangkapan terhadap Djoko Tjandra sebagai prestasi Komjen Sigit.

“Jadi, ada dualisme di sini. Artinya, orang tertentu mau seenaknya sendiri bersikap mau menguntungkan kelompoknya,” ulasnya.

“Ketika dibawa pulang seolah-olah prestasi Kabareskrim, ya tidak. Kan yang menangkap itu polisi Malaysia,” terangnya.

Menurut Neta, calon kapolri pengganti Idham Azis saat ini berpangkat inspektur jenderal atau jenderal bintang dua.

Mantan wartawan itu lantas menyebut nama Irjen Pol Nana Sudjana yang saat ini memimpin Polda Metro Jaya.

“Dari informasi yang kami dapat, nama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana karena informasinya (calon Kapolri) dari bintang dua,” ungkapnya.

Hanya saja, diakui Neta, bahwa hal itu bisa saja berubah di detik-detik terakhir dengan berbagai pemicu dan kemungkinan.

“Cuma memang injury time bisa saja tiba-tiba muncul nama lain,” pungkas Neta.[psid]

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya