Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah menyebut para pegiat seni atau Artis yang maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 harus dibarengi dengan pengetahuan yang mumpuni demi terus meningkatkan kualitas demokrasi.

"Cara kita menjaga kualitas demokrasi adalah orang yang berpengetahuan. Jadi anda boleh Artis, tapi jangan bodoh dong," ujar Fahri kepada AKURAT.CO, Jumat (14/8/2020).

"Jadi politik jangan diubah jadi jual tampang, tapi jual pikiran," tegasnya.

Mantan Pimpinan DPR RI ini menilai sejauh ini banyak juga Artis yang tak hanya pandai berbicara atau berakting di depan kamera, tapi juga memiliki pengetahuan kuat untuk masuk dalam dunia politik.

"Banyak kan Artis-Artis pintar-pintar yang bicaranya memukau, saya senang itu Artis milenial yang jago akting tapi ternyata memang orangnya pinter, berkualitas. Yang kayak begitu boleh masuk (dunia politik)," ujar Fahri.

Meski demikian, pria asal Sumbawa ini tetap mendukung keinginan para Artis yang ingin turut memajukan bangsa.

Ia menegaskan bahwa demokrasi di Indonesia bersifat terbuka, artinya semua orang dari berbagai kalangan boleh ikut berkompetisi dalam dunia politik.

"Siapapun, semua orang boleh berkompetisi. Mau Artis atau apa, kalau dengan popularitas dianggap bisa mendongkrak suara dan menguji nasib di situ, silakan saja," tukasnya.[]

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya