Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) merespons ucapan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang menyebut banyak tokoh dalam gerakan itu yang ingin menjadi presiden. KAMI menyambut baik respons yang diberikan Megawati atas kemunculan gerakan itu.

"Pertama, KAMI tentunya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Bu Mega, merespons, menanggapi, apa pun bentuk respons dan tanggapan beliau," kata Ketua Komite Eksekutif KAMI Ahmad Yani kepada wartawan, Rabu (26/8/2020).

Namun, Yani membantah ucapan Megawati soal KAMI sebagai kumpulan tokoh yang ingin jadi presiden. Yani menyebut tokoh dalam KAMI tak berpikiran ingin jadi presiden.


"Yang pertama, tentu kita tidak dalam berpikir seperti itu (ingin jadi presiden), kalau bicara presiden-presiden itu kan bicara masalah 2024, kalau berdasarkan kalendar politik," ujar Yani.

"Kita yang gabung di sini berbagai macam komponen, kelompok, lintas agama, lintas profesi, berkomitmen betul dalam rangka menyelamatkan bangsa," sambungnya.

Yani mengatakan keinginan sesaat untuk menjadi presiden merupakan bagian dari politik rendah. Dia pun menegaskan tokoh di dalam KAMI tak ada yang ingin menjadi presiden.

"Nggak, nggak ada (ingin jadi presiden), kalau presiden itu adalah masih politik rendah. Politik jabatan, politik kekuasaan, kalau kita politik moral," tegas Yani.

Sebelumnya, Megawati Soekarnoputri menyinggung deklarasi KAMI. Ia menyebut banyak tokoh yang berada dalam gerakan moral itu punya hasrat menjadi presiden.

"Jadi kemarin-kemarin ini ada pemberitaan ada orang kan yang membentuk KAMI, itu KAMI. Di situ kayaknya banyak banget yang kepengin jadi presiden," ujar Megawati saat membuka Sekolah Partai Angkatan II bagi Calon Kepala Daerah dan Calon Wakil Kepala Daerah PDIP secara virtual, Rabu (26/8).(dtk)

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya