Mantan anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Natalius Pigai tetap meyakini tanda jasa kehormatan RI Bintang Mahaputra Nararaya yang dianugerahkan Presiden Joko Widodo kepada Fadli Zon dan Fahri Hamzah hanya sebatas basa-basi.

Dia pun bertanya setengah menantang, apakah Jokowi bakal menggaet dua mantan pimpinan DPR itu masuk dalam Kabinet Indonesia Maju.

"Saya tetap konsisten pada pendapat, jika Jokowi bukan pendendam dan pembenci, kenapa Fadli Zon dan saya (yang) diusul Pak Prabowo (jadi menteri) tapi Jokowi tolak?" kata Natalius Pigai kepada redaksi yang juga dia posting di akun Twitter @NataliusPigai2, Sabtu (15/8).

"Penghargaan sekedar basa-basi. Pasca penghargaan ini, apa Jokowi aakan tunjuk Fadli dan Fahri jabatan?" sambung dia.

Natalius Pigai sebelumnya sudah pernah menyampaikan, dia dan Fadli Zon pernah ditolak Jokowi sebagai calon menteri yang disodorkan Prabowo Subianto.

Tokoh asal Papua ini yakin, dia dan Fadli Zon ditolak Jokowi karena alasan benci dan dendam.

"Bukan kita rendahkan bintang jasa negara, tapi jasa itu diberi oleh yang pendendam, benci dan tidak kredibel. Saya dan Fadli Zon diusulkan oleh Pak Prabowo jadi menteri, tapi Jokowi tolak kami dua," kata Natalius Pigai, Selasa lalu (11/8).

Kembali pada pernyataan Natalius Pigai hari ini, dia sudah mengetahui jawabatan kenapa dia ditolak jadi menteri.

"Kalau saya orang Papua sudah duga, dia (Presiden Jokowi) rasis dan benci Papua," ucap dia. (Rmol)

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya