Politikus PAN Ahmad Mumtaz Rais meminta maaf kepada pimpinan KPK Nawawi Pomolango dan Garuda Indonesia terkait ribut-ribut di pesawat. Pihak Garuda Indonesia menyambut baik permintaan maaf tersebut.

"Menanggapi permintaan maaf dari salah satu penumpang--yang beredar di media massa--pada penerbangan GA 643 rute Gorontalo-Makassar-Jakarta yang tidak mengindahkan teguran awak kabin ketika menggunakan handphone di pesawat pada saat pesawat boarding dan melakukan refueling (pengisian bahan bakar), dapat kami sampaikan bahwa pada prinsipnya kami menyambut baik permintaan maaf yang disampaikan secara terbuka tersebut," ungkap Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2020).

Dia berharap insiden tersebut jadi pembelajaran bersama. Irfan mengingatkan keselamatan penerbangan jadi tanggung jawab bersama.

"Ke depannya, tentunya kami harapkan hal ini dapat menjadi pembelajaran bersama bagi seluruh pihak untuk terus membangun kesadaran atas pentingnya penerapan aturan keselamatan penerbangan, yang menjadi tanggung jawab bersama tanpa memandang status sosial, pangkat maupun jabatan," ujarnya.

Irfan mengatakan pihak Garuda Indonesia mengutamakan keselamatan penerbangan dan bersifat 'tidak dapat ditawar'. Oleh karena itu, pihaknya akan mengingatkan pihak yang tidak menjalankan aturan keselamatan penerbangan.

Dia juga mengapresiasi penumpang yang ikut mendukung terciptanya keselamatan penerbangan.


"Lebih lanjut, kami juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para penumpang yang bukan hanya menjalankan aturan keselamatan penerbangan, tetapi juga secara proaktif membantu dan mendukung Garuda Indonesia sehingga terciptanya perjalanan yang aman dan nyaman bersama Garuda Indonesia," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, terjadi keributan pada penerbangan Gorontalo-Makassar-Jakarta pada Rabu (12/8). Saat itu politikus PAN Mumtaz Rais ditegur oleh pimpinan KPK Nawawi Pomolango karena melakukan panggilan telepon ketika pesawat tengah mengisi bahan bakar.

Nawawi menyatakan ikut menegur Mumtaz karena sebelumnya peringatan yang diberikan awak kabin tak diindahkan. Terkait insiden ini, Mumtaz pun meminta maaf kepada Nawawi dan pihak Garuda Indonesia.

"Atas nama pribadi, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan yang terjadi, menyusul peristiwa di kabin pesawat Garuda rute Gorontalo-Makassar-Jakarta. Saya mengaku khilaf dan telah melakukan tindakan yang tidak sepantasnya. Pada saat itu saya sedang mengalami kelelahan dan terpancing emosi. Namun tetap tindakan itu tidak dapat dibenarkan dan saya meminta maaf sebesar-besarnya," kata Mumtaz kepada wartawan, Sabtu (15/8).(dtk)

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya