Artis Baim Wong terkejut kala mendengar cerita dari seorang pemuda asal Gaza, Palestina bernama Uday Akhraj.

Betapa tidak, Baim Wong tampak kaget ketika Uday dengan wajah semringah menyebut bahwa Jakarta seperti surga.

Pengakuan Uday lantas membuat Baim Wong penasaran dengan bagaimana kondisi sebenarnya di Gaza, Palestina.

Menjawab rasa penasaran Baim Wong, Uday pun mengurai ceritanya di vlog Baim Paula, Sabtu (29/8/2020).

Diceritakan Uday, masyarakat Gaza sesungguhnya tak bisa melihat dunia secara utuh.

Sebab, jalur keluar masuk dari dan ke Gaza ditutup Israel.

Uday pun menggambarkan wilayah Gaza mirip dengan daerah Jakarta Selatan, namun terisolir.

"Kita di Gaza, sebenarnya tidak bisa melihat dunia. Karena jalur Gaza 360 km itu sama (seperti) Jakarta Selatan, itu ditutup, tidak bisa keluar masuk, karena Israel masih menjajah Palestina," pungkas Uday dilansir TribunnewsBogor.com.

Karenanya, ketika pertama kali tiba di Jakarta, Indonesia, Uday dibuat takjub.

Uday bahkan menyebut Jakarta seperti surga.

Sebab selama 21 tahun hidup, Uday tak pernah keluar dari Gaza.

"Saya awal di Indonesia, saya turun dari pesawat, keluar dari bandara, jalan sedikit, (kagum melihat Jakarta) 'Masya Allah, apa itu ya Allah, surga'," pungkas Uday seraya tersenyum.

"Oh iya ?" tanya Baim Wong heran.

"Wallahi. Karena ini pertama kali saya lihat pohon-pohon dan jalan," ucap Uday.

"Di Gaza (tidak ada pohon) ?" tanya Baim Wong.

"Tidak ada. Jalan besar (tidak ada)," imbuh Uday.

Lebih lanjut, Uday pun mengurai kondisi sebenarnya di Gaza.

Diakui Uday, listrik di Gaza hanya tersedia selama 4 jam saja.

Hal tersebut membuat masyarakat Gaza mengalami kesulitan untuk melakukan aktivitas.

Akses internet di sana pun terbatas.

"(Di Indonesia) Listrik 24 jam setiap hari, di Gaza sekarang 4 jam saja setiap hari, Wallahi," ucap Uday.

"4 jam dan waktunya (tidak menentu) ?" tanya Baim Wong.

"Tidak. Tidak bisa masak, mencuci baju, tidak bisa pakai wifi. Itu tidak cukup untuk charger hp," kata Uday.

Tak cuma itu, Uday juga mengisahkan soal bom yang kerap menghiasi langit Palestina.

Bahkan diakui Uday, setiap hari pasti ada orang yang meninggal di Gaza lantaran gempuran bom tersebut.

"Yang terjadi setiap hari di sana seperti apa ? Bom ada ?" tanya Baim Wong.

"Ya, sampai sekarang ada pesawat bom di Gaza, Israel bom. Itu pesawat F35, yang punya (hanya) Israel dan Amerika. Itu satu roket dari f35 bisa hancur (menghancurkan,red) tempat ini semua," ungkap Uday.

"Tiap hari pasti ada bom dan orang meninggal pasti ada ?

"Ada. Karena Israel, dia tidak (membedakan) laki besar atau kecil atau perempuan, kristen atau muslim atau siapa, kalau orang Palestina tidak berbeda, (diminta Israel untuk) bunuh," kata Uday.

Tak cuma itu, Uday juga berujar bahwa 80% warga Palestina adalah kaum fakir miskin.

Bahkan sebagian besar warga Palestina tidak bisa memilih makanannya sendiri lantaran tak punya uang.

"Orang di sana tidak bisa memilih makanan," ucap Uday.

"Makanannya apa ?" tanya Baim Wong.

"Bisa makan roti dan teh saja setiap hari. Karena mereka tidak punya uang untuk membeli makanan. Dan tidak bisa membeli daging. 1 tahun 1 kali di Idul Adha," pungkas Uday.

Kondisi serba sulit dan dipenuhi teror itu nyatanya tak membuat warga Palestina kendur akan ketaatan.

Sebab warga Palestina nyatanya banyak yang menjadi hafiz Al Quran.

Termasuk Uday yang sudah hafal Al Quran.

Ya, diceritakan Uday, anak-anak Palestina sudah diwajibkan menghafal Al Quran sejak usia 3 tahun.

Sehingga ketika usia 15 tahun, mayoritas anak-anak Palestina sudah hafal Al Quran.

"Apa semua orang bisa menghafal Al Quran ?" tanya Baim Wong.

"Iya. Karena dari kecil harus setiap hari pergi ke masjid. Dari umur 3-4 tahun pergi ke masjid setelah maghrib sampai isya. 1 jam harus hafal setengah halaman kertas (di Al Quran). Sampai umur 15-16 tahun, hafal semua," ungkap Uday. []

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya