Perusahaan Planet Earth merilis foto-foto satelit baru yang merekam Dataran Es Milne di Arktika sedang terbelah.

Terletak di ujung utara Pulau Ellesmere, Kanada, dataran es itu diketahui terbelah pada 30/31 Juli. Belahan es itu kemudian membentuk bongkah es seluas 80 kilometer per segi yang mengapung di laut.

Pada 3 Agustus, "pulau es" itu patah menjadi dua bagian. Keduanya tampak mengapung di Samudera Arktika.

Dataran es adalah bagian glasier yang mengalir dari darat ke laut.

Pulau Ellesmere sendiri pernah menjadi bagian dari dataran luas yang terikat dalam struktur tunggal.

Pada awal abad ke-20, dataran tunggal tersebut mencakup 8.600 kilometer per segi. Namun, pada pergantian millenium, perubahan iklim secara cepat telah mengurangi tutupan es yang mengapung menjadi hanya 1.050 kilometer per segi.

Patahan selanjutnya terjadi pada 2003, 2005, 2008, 2011, 2012, dan kini pada 2020. Luas area dataran es tersebut sekarang berada di bawah 500 kilomer per segi.

Dataran es Milne sendiri hanya berukuran 106 kilometer per segi.

Foto-foto di bawah ini berasal dari satelit Dove yang dirilis perusahaan Planet asal California. Rangkaian foto tersebut diabadikan pada 26 Juli ("sebelum") dan 31 Juli ("sesudah").

Menarik diperhatikan bahwa banyak kolam lelehan es yang menutupi permukaan dataran es. Keberadaan cairan itu bisa menjadi masalah bagi dataran es.

Jika air mengisi celah-celah di dalam es, dataran es dapat terbongkar. Air akan menekan retakan, menuju bagian dasar dataran dalam proses yang dikenal dengan hydrofracturing. Kondisi ini akan melemahkan dataran es. 



PLANET LABS INC

Sebelum terbelah pada 26 Juli. Dataran es Milne adalah sisa dari dataran es tunggal berukuran mahabesar di Arktika.




Copernicus Data/Esa/Sentinel Hub

Foto radar pada 6 Agustus dari Satelit Sentinel-1 Uni Eropa menunjukan pecahan dataran es mengapung menjauh.



Jeremie Bonneau

Danau dan kolam berisi es yang meleleh kian mengikis Dataran Es Milne setiap musim panas.[viva]

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya