Kemunculan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) diharapkan tak hanya sekadar melontarkan kritik dan tuntutan. Lebih dari itu, KAMI juga harus bisa membantu masyarakat secara nyata terutama dalam menghadapi pandemik Covid-19 ini.

Gerakan masyakarat ini berencana menyampaikan Maklumat Selamatkan Indonesia dengan 8 tuntutan kepada Pemerintah dan Presiden pada Selasa (18/8) mendatang sebagai refleksi keprihatinan kebangsaan.

Menanggapi rencana deklarasi yang diinisiator oleh sejumlah tokoh nasional tersebut, Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakkan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), Agus Mulyono Herlambang mengatakan, terbentuknya KAMI semoga benar-benar ingin menyelamatkan Indonesia tanpa ditunggangi oleh narasi politik tertentu.

"Tak jadi soal berdeklarasi mengeluarkan maklumat, berkumpul dan berpendapat karena itu hak warga negara yang diatur dalam UUD 1945. Tapi, KAMI perlu bantu rakyat secara nyata, tak hanya kritik dan tuntutan," kata Agus melalui keterangannya, Sabtu (15/8).

Sebab, tambah Agus, dalam kondisi pandemik saat ini bukan waktunya untuk memperkeruh suasana dengan manuver-manuver politik yang membuat kondisi negara semakin buruk.

"Maka, perlu kegotongroyongan secara bersama-sama untuk menghadapi pandemik Covid-19 dan dampak yang diakibatkan dari Covid-19 nantinya," ujarnya.

Deklarasi yang akan dilakukan oleh KAMI di Tugu Proklamasi, memang diatur dalam UUD 1945, di mana setiap orang memiliki hak untuk berkumpul dan bebas mengemukakan pendapat.

"Namun, rasanya kurang pas dan ada yang mengganjal serta terkesan tidak mendidik generasi bangsa jika maklumat serta 8 tuntutan kepada pemerintah dan presiden tersebut dilakukan oleh para tokoh-tokoh nasional, yang seharusnya ikut bersama-sama bergotong royong menghadapi dan menyelesaikan pandemik Covid-19 untuk rakyat Indonesia," tambahnya.

Agus sangat berharap agar KAMI yang digawangi para tokoh intelektual nasional ini tidak hanya mengeluarkan tuntutan semata. Tetapi juga ikut serta secara nyata bersama-sama membantu rakyat menyelesaikan polemik yang diakibatkan oleh pandemik saat ini.

Karena uluran tangan langsung dari para tokoh-tokoh yang tergabung dalam KAMI ini lebih berpengaruh banyak pada rakyat, dibandingkan dengan sebuah maklumat," tutup Agus. (Rmol)

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya