Aksi nekat Amir (35), suami bakar diri dan keluarganya di Desa Karangsari, Kecamatan Bojong, Pekalongan diduga dipicu cekcok dengan istrinya. Amir tega menyiramkan Pertamax kepada anak dan istrinya yang sedang tertidur.

"Pertamax tersebut disiram-siramkan termasuk kasurnya dan posisi anak dan istrinya dalam keadaan tidur," Kasat Reskrim Polres Pekalongan, AKP Poniman usai olah TKP di lokasi, Desa Karangsari, Bojong, Pekalongan, Sabtu (29/8/2020).

Poniman menerangkan istrinya Muamalah (29) dan Nafisa (3) tersadar saat api sudah membesar. Api pun dengan cepat menghanguskan barang-barang di kamar mereka.


"Anak dan istrinya tersadar setelah api membesar membakar sebagian daripada tubuh dan barang-barang yang ada di dalam kamar tersebut," terangnya.

Poniman menerangkan ibu mertua Amir, Rokayah sempat memergoki menantunya itu membawa jiriken berukuran 5 liter. Kecurigaan semakin menjadi karena terdengar suara cekcok dari kamar Amir dan Muamalah.

"Dari hasil pemeriksaan pada saksi-saksi, motifnya adalah cekcok sering berantem masalah ekonomi dan ketidakcocokan antara keluarga yang satu dengan yang lainnya," jelas Poniman.

Saat pintu bisa didobrak ketiga korban ditemukan dalam kondisi pingsan dan mengalami luka bakar. Muamalah dan balitanya Nafisa dilarikan ke RSUD Kajen sedangkan Amir dievakuasi ke RSI Pekajangan.

Nahas Nafisa meninggal dunia pukul 09.50 WIB, kemudian disusul sang ibu pada pukul 13.00 WIB. Jenazah ibu dan anak ini dimakamkan berdampingan di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat.(dtk)

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya