Bandingkan Dengan Era SBY, Fahri Hamzah: Kesalahan Kabinet Jokowi Karena Terseret Dendam Yang Tidak Jelas


Dendam yang tidak jelas arahnya, menjadi salah satu cikal bakal kesalahan yang dilakukan oleh kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan mengakibatkan polarisasi ditengah masyarakat.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah dalam cuitan akun Twitter pribadinya beberapa saat lalu, Rabu (9/9).

"Kesalahan kabinet @jokowi sejak awal adalah karena terseret pada dendam yang tidak jelas. Lalu orang membuat definisi, “oo ini dendam PKI toh, pantas Islam ditekan”. Maka runyam semuanya," ujar Fahri Hamzah.

Mantan Wakil Ketua DPR RI ini menilai, hal itu yang membedakan pemerintahan era Jokowi dengan Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Dua periode Pak @SBYudhoyono jadi presiden kita tidak dengar situasi semacam ini," tukasnya.

Fahri menyatakan, meskipun SBY yang notabene tentara dan menantu dari almarhum Jenderal Sarwo Edhie Wibowo yang terkena memimpin penumpasan Partai Komunis Indonesia (PKI) tetapi tidak pernah ada isu komunisme di masa kepemimpinan SBY.

"Pak @SBYudhoyono itu tentara, menantu Jenderal Sarwo Wibowo yang terkenal memimpin penumpasan PKI. Tapi, tidak kita dengar beliau terusik atau terganggu lalu memakai negara untuk mencipta dikotomi di akar rumput masa. 10 tahun kita menikmati ketenangan dan pertumbuhan," tuturnya.

Lebih jauh daripada itu, Fahri menilai semua tergantung pada pemimpin itu sendiri dalam mengupayakan hadirnya perdamaian antar sesama ditengah masyarakat. Terlebih ditengah situasi pandemik Covid-19 seperti saat ini yang mana dibutuhkan persatuan untuk melewati ancaman krisis secara bersama-sama.

Semuanya kembali kepada pemimpin, bisakah ia mencipta musim perdamaian dan persahabatan? Atau Apakah ia akan menciptakan musim perang? Kalau perang dengan negara lain mendingan. Ini perang dengan saudara sendiri. Dalam krisis pula. Mau dapat apa kita?" demikian Fahri Hamzah. (Rmol)

Belum ada Komentar untuk "Bandingkan Dengan Era SBY, Fahri Hamzah: Kesalahan Kabinet Jokowi Karena Terseret Dendam Yang Tidak Jelas"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel