Banyak Proyek Belum Bayar, Waskita Karya Rugi Rp1,1 triliun



Sepanjang semester I-2020 PT Waskita Karya Tbk mencatat kinerja yang cukup berat. Selain, terdampak pandemi COVID-19 perseroan mencatat alami rugi bersih yang dapat diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp1,1 triliun. Angka itu tidak lebih baik jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencatat untung Rp997,8 miliar. 

Direktur Keuangan Waskita Karya, Taufik Hendra Kusuma mengatakan menghadapi tantangan krisis akibat pandemi, tahun ini perseroan melakukan efisiensi. Di mana pada semester I-2020, Waskita Karya memperoleh pendapatan usaha sebesar Rp8,04 triliun. 

Menurut Taufik, pendapatan perseroan itupun merosot 45,7 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp14,8 triliun.

"Saat ini likuiditas menjadi salah satu prioritas utama perusahaan. Semua potensi kas masuk sudah dipetakan dan akan dikawal agar sesuai dengan timeline yang dibuat," jelas Taufik dalam keterangannya, dikutip Rabu, 2 September 2020.

The Frontage Utang Rp100 Miliar

Tak sampai di situ, Taufik menjelaskan bahwa selain pendapatan perseroan yang menurun dan beban yang menumpuk, sebenarnya banyak pekerjaan Waskita yang belum dibayar. Salah satunya oleh PT Trikarya Graha Utama (TGU). 

Pengembang apartemen The Frontage di Surabaya ini tak hanya gagal menyerahkan unit apartemen kepada para konsumennya. Kepada Waskita yang berstatus BUMN, TGU sudah tidak membayar kewajibannya lebih dari Rp100 miliar selama 4 tahun ini.

Dalam laporan keuangannya Waskita mengungkapkan riwayat piutang kepada TGU. Pada tahun 2015 nilainya Rp72,17 miliar. Piutang itu membengkak menjadi Rp91,27 miliar di akhir 2016. dan Pada Desember 2017, total kewajiban TGU yang harus dibayar kepada Waskita Karya melonjak lagi menjadi Rp100,65 miliar. (*)

Belum ada Komentar untuk "Banyak Proyek Belum Bayar, Waskita Karya Rugi Rp1,1 triliun"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel