Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri menyayangkan pihak yang memalsukan tanda tangannya untuk mengusung Puti Guntur Soekarno dan Lilik Arijanto di Pilkada Surabaya. Magawati mengatakan pamalsuan itu adalah salah satu bukti bahwa banyak pihak yang ingin maju dari PDIP.

"Sampai tanda tangan saya aja kemarin di Surabaya itu, sampai dipalsukan, kan heboh itu, viral. Yang dicalonkan Mbak Puti, itu ponakan saya, putrinya Pak Guntur sama siapa itu saya sendiri nggak tahu. Tega-teganya coba," kata Megawati saat menghadiri pengumuman rekomendasi calon kepada daerah dari PDIP secara virtual, Rabu (2/9/2020).

Megawati kemudian membicarakan pemalsuan tanda tangan itu dengan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Megawati menyebut rekomendasi tetap ada di tangannya.

"Tapi saya bilang sama Hasto, tuh To yang namanya rekom saya itu kan namanya suruh bayar aja nggak bisa, sampe dipalsu-palsu. Begitu kuatnya saya untuk melindungi kalian lho. Rekom itu nanti yang asli itu ada barcode-nya yang nggak ada yang tau, artinya sulit sekali dipalsukan. Jadi sampai seperti itu. Yang tahu hanya saya terus mas Prananda sudah titik," jelasnya.

Megawati mengatakan pemalsuan itu merupakan bentuk dari keinginan yang tinggi bagi pihak yang ingin diusung oleh PDIP. Presiden ke-5 RI itu juga mengatakan banyak yang meminta rekomendasi kepadanya di Pilkada 2020.

"Bayangkan karena saking kepinginnya datang dari PDIP, banyak loh yang minta kepada saya. Ada yang secara pribadi. Tapi saya selalu teguh, alhamdulillah. Ndak, saya bilang, mekanismenya itu ada," jelasnya.

Selain itu, Megawati menceritakan pentingnya Pancasila sebagai pemersatu bangsa. Dia kemudian mengaitkan kerusuhan di Amerika karena tak punya Pancasila seperti Indonesia.

"Umur kita sebagai bangsa dan negara itu belum seperti Amerika. Amerika sekarang aja, coba, aku bilang untung saya bukan orang Amerika untung saya punya pancasila. Udah selesai urusan kebangsaan. Di Amerika kan sekarang mulai tempur lagi urusan, orang sepertinya ada nuansa orang Amerika asli, pribumi. Kan dulu kita sering dibilang pribumi, non-pribumi tapi kan selesai itu. Itu zaman belanda," jelasnya.

"Nah, Amerika dengan blackmerican mereka yang datang dari orang-orang hitam dulu yang dibawa sebagai budak itu kan survive dan dijadikan warga negara Amerika tapi dalam implementasinya belum seperti Pancasila yang kita punya," sambungnya.

Namun Megawati mengatakan masih ada beberapa kelompok yang tidak mengamalkan Pancasila. Megawati menegaskan Pancasila adalah keputusan final.

"Masih adalah sedikit-sedikit. Tapi kan makin hari anak-anak kita bergaul dengan anak lain itu saya lihat sudah makin blending. Jadi kalau kita mau ganti lagi Pancasila itu saya itu sampai mikir, apa nggak amburadul ya yang namanya negara ini. Negara kita adalah negara kepulauan terbesar," ungkapnya.

Sebelumnya beredar surat bertuliskan rekomendasi Calon Wali Kota Surabaya dari PDIP atas nama Puti Guntur Soekarno. Surat ditandatangani oleh Megawati. PDIP Jatim menegaskan surat itu Palus.

"Surat itu palsu," kata Sekretaris DPD PDIP Jatim Sri Untari di Surabaya, Selasa (1/9).[]

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya