Mumtaz 'Durhaka Politik' ke Amien Rais?


Putra Amien Rais, Mumtaz Rais menentang rencana para loyalis sang ayah yang ingin mendirikan PAN Reformasi. Apakah langkah Mumtaz Rais ini sebagai bentuk 'durhaka politik' kepada ayahnya yang kini 'tersingkir' dari PAN itu?
Pendiri lembaga survei KedaiKOPi Hendri Satrio menilai Mumtaz tidak 'durhaka' kepada Amien Rais yang mengenalinya dengan politik. Mumtaz dinilai justru sedang berusaha 'mendamaikan' sang ayah dengan jajaran pengurus PAN saat ini.

"Enggak, dia justru sedang berusaha mendinginkan situasi dan berusaha mengislahkan ayahanda dan PAN, partai yang didirikannya," ujar Hendri Satrio kepada wartawan, Selasa (1/9/2020).

Pria yang karib disapa Hensat ini juga melihat rencana pembentukan PAN Reformasi bukan murni berasal dari Amien Rais. Ia juga menilai apa yang disampaikan Mumtaz terkait rencana loyalis Amien soal PAN Reformasi, cukup realistis.

"PAN Reformasi kemungkinan memang keinginan segelintir orang saja yang ingin memanfaatkan ketokohan Amien Rais," ucap Hensat.

"Tidak mudah mendirikan dan membesarkan Partai Politik. Pendapat Mumtaz sangat realistis dan masuk akal, saya rasa Amien akan mendengarkan anaknya itu, sebab islah dengan PAN bukan hanya islah dengan Parpol tapi juga Islah dengan keluarga," imbuhnya.

Bola panas kini disebut berada di tangan Amien, pendiri sekaligus mantan Ketum PAN. Bila ingin islah, Amien dinilai perlu berdamai dengan garis politik PAN yang kini dipimpin oleh besannya, Ketum Zulkifli Hasan.

"Nah saat ini semua tergantung Amien, tapi Pak Amien juga harus menghormati garis tujuan organisasi yang ditentukan oleh kepengurusan Zulhas," kata Hensat.

Seperti diketahui, PAN saat ini diambang pecah kongsi. Amien Rais yang merasa tak sejalan dengan garis kebijakan DPP PAN kerap memberikan kritik untuk partai yang dibentuknya.

Bahkan loyalis Amien Rais sudah menyebut akan ada PAN tandingan yang segera dibentuk. Hanya saja rencana pembentukan partai sempalan PAN itu ditentang oleh anak Amien Rais, Mumtaz yang merupakan Ketua DPP PAN.

Mumtaz menyebut PAN Reformasi sebagai kelompok pengangguran yang berhalusinasi ingin menjadi partai. Dia lalu mengejek PAN Reformasi sebagai PAN Halusinasi.

"Mereka (anggota Dewan dan kepala daerah PAN) semua sibuk bekerja, bukan seperti para pengangguran itu yang luntang-lantung berhalusinasi mau bikin partai," kata Mumtaz kepada wartawan, Senin (31/8/2020).

Pernyataan Mumtaz keluar sebagai pembelaan terhadap Zulkifli Hasan, yang juga merupakan mertuanya. Dia menepis anggapan soal rencana berdirinya PAN Reformasi sebagai kado pahit ulang tahun ke-58 sang Ketum.

"Kado pahit?! Justru kado yang nasgitel, panas legi lan kenthel," kata Mumtaz.

Dia meyakini PAN Reformasi akan 'nyungsep' sebelum berdiri. Dasarnya, Mumtaz mengatakan tak ada anggota Dewan dan kepala daerah dari PAN yang tertarik gabung PAN Reformasi.

"Mengapa? Karena PAN Reformasi ini alih-alih akan terbentuk dan dideklarasikan, malah yang ada nyungsep sebelum tumbuh. Lihatlah, tidak ada satu pun anggota Dewan kita dan kepala daerah kita yang mengarah ke sana," ujar Mumtaz.

"Kalau memang PAN halusinasi (baca: PAN Reformasi) ini sampai beneran terbentuk dan diisi oleh seperempat saja dari anggota Dewan kita yang berjumlah sekitar 1.500-an, maka saya sebagai Ketua PoK DPP penjaga tangguh benteng PAN ini, akan berenang dari pantai Kapuk sampai Labuan Bajo, sebagai bentuk give away, persembahan dari saya," imbuhnya.

Mumtaz diketahui memang berseberangan dengan sang ayah sejak Kongres PAN yang menyatakan Zulkifli Hasan (Zulhas) terpilih kembali sebagai partai berlambang matahari putih tersebut. Kala itu dia terang-terangan menyatakan dukungan karena banyak pihak yang menekan Zulhas.(dtk)

Belum ada Komentar untuk "Mumtaz 'Durhaka Politik' ke Amien Rais?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel