Kejahatan seksual terhadap anak kembali terjadi. Kali ini menimpa seorang anak perempuan berinisial ZS. Bocah sembilan tahun yang sudah tak memiliki orangtua. Sehari-hari ZS bersekolah dan bermain di sekitar rumahnya di kawasan Km 10 Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara. Sampai di 23 April lalu, kebahagiannya direnggut Israh. Pria berusia 37 yang sudah memiliki istri.

“Saya mabuk saat itu,” kata Israh dengan wajah setengah tertutup saat dihadapkan kepada media di Mapolres Balikpapan, Jumat (4/5).

Dalam kondisi mabuk, Israh pergi memancing di sungai kecil, 200 meter dari rumahnya sekira pukul 18.00 Wita. Saat itu, korban melintas bersama adiknya. Mereka kemudian mendatangi tersangka karena penasaran dengan aktivitas memancing. Korban dan adiknya lantas duduk di samping tersangka. Lalu minta dipinjamkan ponsel tersangka untuk menonton.

“Dia (korban) saat itu datang lalu pinjam hp saya. Katanya mau nonton. Lalu dia duduk di samping saya. Saya bilang kamu harus pulang. Ini sudah malam. Tapi dia bilang tidak gitu,” ucap pria kurus berkulit hitam itu.

ZS sendiri terhitung tetangga karena jarak antara rumah korban dan tersangka hanya 300 meter. Namun tersangka mengaku tak tahu nama korban. Namun diakui tersangka dia mengenal korban. Karena setiap hari selalu melintas depan rumahnya setiap abis pulang mengaji. Bahkan istrinya disebut sering memberi makan dan uang korban. Tersangka sendiri mengaku pernah memberi korban permen.

“Lalu saya ajak korban ke semak-semak bambu. Adiknya saya suruh tunggu. Saya bilang dia supaya diam,” ucap tersangka.

Tersangka yang sehari-hari berprofesi sebagai kuli bangunan itu mengaku hanya menggesek-gesekan jarinya ke kelamin korban. Karena saat itu, dia melihat korban memakai daster tanpa dilapisi celana. Namun saat ditanya apakah sudah menyetubuhi korban, dia membantah.

“Tidak. Saya hanya peluk dan cium dia. Lalu saya gesek-gesekan tangan saya ke dia,” kilahnya.

Perlakuan bejat tersangka dilakukan selama 15 menit. Membuat korban mengeluh kesakitan di bagian kelaminnya. Namun, diterangkan Wakapolres Balikpapan Kompol Yolanda E Sebayang, jika terdapat luka di kemaluan korban. Sehingga ada dugaan adanya persetubuhan.

“Hasil visum resminya belum keluar. Belum ditandatangani dokter. Namun dari keterangan dokter ada luka di kelamin,” kata Yolanda.

Perbuatan tersangka pun diketahui lantaran kepergok nenek korban. Yang saat peristiwa sedang mencari cucunya di sekitar rumah. Nenek korban yang saat itu curiga mendatangi semak-semak bambu. Lantas menyaksikan cucunya mendapatkan perlakuan tak senonoh dari Israh.

“Neneknya langsung melaporkan hal ini kepada kami. Langsung kami amankan tersangka saat itu juga,” kata Yolanda.

Dua barang bukti diamankan dalam kasus ini. Yakni celana yang dipakai tersangka dan daster korban. Israh pun dijerat dengan Pasal 81 (2) UU RI Nomor 17 / 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 76e UU RI Nomor 34 Tahun 2014. Ancaman hukumannya 5 sampai 15 tahun penjara.

“Kondisi korban sendiri mengalami trauma. Dan selama proses pemeriksaan lebih banyak diam. Korban pun sudah kami berikan pendampingan dari psikolog dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak,” pungkas Yolanda. Sumber: fajar.co.id

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya