Bripda Ribut Fajar tak kuasa menahan tangis saat hari pelantikan dirinya sebagai bintara kepoolisian Republik Indonesia (Polri), Senin (2/3/2020) kemarin.

Betapa tidak, saat 204 bintara lain didampingi kedua orangtua atau satu di antara mereka, tak demikian halnya dengan Bripda Ribut Fajar.


Tak ada ayah atau ibu yang mendampingi. Terang saja, Ribut memang telah menjadi yaitm-piatu sejak usianya masih 7 bulan. Ya, saat masih bayi itu, ia sudah ditinggal mati kedua orangtua kandungnya.


Usai upacara pelantikan dan pengambilan sumpah Bintara Polri TA 2019-2020 SPN Polda Maluku Utara, Sofifi, Bripda Ribut Fajar terlihat berlinang air mata menceritakan kisahnya saat mengikuti seleksi calon anggota polisi.

Ia mengikuti seleksi dari awal tanpa didampingi keluarga hingga dirinya dilantik menjadi anggota Polri.

Ayahnya meninggal pada saat dia masih usia 7 bulan dalam kandungan ibunya, sedangkan ibunya meninggal setelah ia dilahirkan.

Dia mengaku, sudah 3 kali mengikuti seleksi Bintara. Tes pertama tidak lulus, gagal di tes psikologi dan tes kedua gagal di kesehatan dan tes ketiga ini barulah lulus hingga dilantik menjadi keluarga besar Polri.


"Tidak putus asa, alhamdulillah tes ketiga saya lolos," kata Ribut Fajar, saat ditemui usai upacara.

Sebelum menjadi anggota Polri, kata dia, kesehariannya menjadi seorang guru ngaji dan menjadi penjaga (marbot) masjid.

Semua itu mampu dijalani berkat tekad yang kuat tinggal dengan orangtua angkatnya.

"Kelulusan saya murni tanpa diminta biaya apapun," ujar dia.

Cita-cita menjadi abdi negara, kata dia, sudah tertanam sejak kecil. Ia ingin membahagiakan kedua orangtuanya yang telah tiada.

"Saya ingin membuktikan kepada kedua orangtua saya, meskipun mereka sudah meninggal bahwa saya selalu buat yang terbaik untuk mereka,” kata dia lagi.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Maluku Utara Brigjen Pol Rikwanto turut memberikan ucapan selamat kepada Bripda Ribut Fajar.

Selain Bripda RIbut Fajar, Kapolda Brigjen Pol Rikwanto melantik 204 bintara lain. Sehingga total ada 205 bintara Polri di SPN Sofifi, Maluku Utara, yang dilantik pada Senin (2/3/2020).

Terpisah, Kapolres Ternate, AKBP Azhari Juanda menambahkan, Ribut Fajar ini meskipun hanya seorang penjaga masjid, namun dengan tekad dan niat yang kuat bisa menjadi seorang polisi.

“Semoga Ribut Fajar bisa bergabung masuk ke satuan Polres Ternate karena tentunya dengan hadirnya Fajar ini bisa membangkitkan semangat bagi yang lain, bahwa untuk menjadi anggota Polri itu, siapa saja bisa,” kata kapolres.

"Walaupun orangtuanya tidak ada dan kerjanya hanya sebagai marbot di masjid, tapi dengan tekad yang kuat akhirnya dia bisa masuk menjadi anggota polisi," kata Kapolres lagi. Sumber: TribunNews.Com

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya