Digerebek Satpol PP Di Kamar, KT : Saya Tidak Bisa Janji Nanti Tak Melakukannya



Satpol PP Tapin dan Polres Tapin berhasil menciduk delapan wanita yang diduga bekerja sebagai PSK di delapan warung remang-remang di Jalan Hauling, Kecamatan Tapin Selatan, Kalimantan Selatan, Rabu (8/5).

“Sebenarnya ada sembilan orang yang diamankan. Namun, dua orang tidak terbukti. Sisanya diduga melakukan praktik prostitusi,” kata Kepala Satpol PP dan Damkar Tapin Mahyudin, Rabu (8/5).

Dia menambahkan, awalnya pihaknya mendapat informasi dari masyarakat bahwa warung di Jalan Hauling menjadi tempat prostitusi.

“Setelah menerima informasi, saya langsung perintahkan anggota untuk mengungkapnya. Ternyata memang benar ada wanita yang disinyalir menjual lendir di sana berkedok warung kopi,” ungkapnya.

Penyidik Satpol PP Tapin Yus Sudarmanto menambahkan, pihaknya menangkap basah salah satu wanita yang sedang berduaan dengan laki-laki di dalam kamar.

“Memang saat kami gerebek mereka belum melakukan apa-apa. Namun, mereka yang di dalam kamar bukan sepasang suami istri,” ucapnya.

Dia menjelaskan, para wanita penjaja cinta itu mematok tarif Rp 150 ribu sampai Rp 250 ribu untuk melayani tamu.

“Para wanita yang terjaring akan kami bina dan warung tersebut akan kami tutup, agar mereka tidak melakukan aktivitas lagi,” katanya.

Sementara itu, salah satu perempuan berinisial KT mengaku pernah melakukan hubungan suami istri dengan orang yang spesial di hatinya.

“Sekarang saya belum melakukan itu bersama tamu yang lain. Saya tidak bisa janji kalau nanti tidak melakukannya,” kata KT.

Wanita berinisial S yang tertangkap basah berduaan dengan seorang laki-laki mengaku baru lima hari berada di Tapin dan langsung berjualan kopi di sana.

“Waktu itu laki-laki tersebut balik kerja dan menumpang mandi di kamar. Kebetulan saya duduk di sana,” ujarnya.

Sumber : JPNN.com

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya