Karena dianggap telah melakukan pembiaran terhadap acara keramaian yang dihadiri ribuan massa di tengah pandemi corona yang dilakukan pemimpin ormas Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Jakarta akan menggulirkan hak nterpelasi.

Hal itu dimaksudkan untuk meminta keterangan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Kami perlu tekankan bahwa pemanggilan ini bukan urusan politik, namun ini adalah tentang penegakan protokol kesehatan yang menyangkut nyawa ribuan warga Jakarta. Kami menyayangkan, acara keramaian sudah diketahui sejak jauh-jauh hari, namun Pak Gubernur tidak ada niat untuk menegakkan aturan yang dibuatnya sendiri,” kata Anggara Wicitra Sastroamidjojo, Wakil Ketua Komisi E dari Fraksi PSI DKI Jakarta, dalam siaran pers, Senin (16/11/2020).

Seperti diketahui, Anies berkunjung ke Petamburan, Jakarta Pusat, menemui Rizieq Shihab pada Selasa (10/11) malam.

Sementara itu, menurut protokol yang disusun oleh Kementerian Kesehatan, orang yang baru pulang dari luar negeri wajib menerapkan isolasi mandiri selama 14 hari.

Anggara mengatakan bahwa pemanggilan ini juga terkait dengan Perda Penanggulangan Covid-19 yang sudah disusun baru-baru ini dan Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

“Agar pandemi Covid-19 bisa ditangani, semua pihak harus disiplin dan pihak pemerintah harus memberikan contoh. Kami ingin mengetahui mengapa Pak Gubernur malah melanggar protokol kesehatan. Jika Pemprov DKI dan para pejabatnya tidak memberikan contoh, maka segala macam protokol dan aturan yang sudah dibuat tidak ada maknanya lagi. Oleh sebab itu, tindakan Pak Gubernur ini bisa dikategorikan telah membahayakan nyawa ribuan warga Jakarta,” kata Anggara.**

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya