Semua pihak diminta tidak alergi dengan istilah rekonsiliasi yang belakangan mencuat pasca kepulangan Imam Besar Fornt Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Hal tersebut ditekankan Jurubicara Partai Gerindra, Habiburrokhman berkenaan dengan adanya usulan rekonsiliasi antara Habib Rizieq dan pemerintah.

“Saya pikir kita semua harus harus bersikap bijak. Jangan apriori satu sama lain dan jangan risih dengan istilah rekonsiliasi. Harus diakui menjelang dan saat pemilu kemarin terjadi ketegangan politik,” ucap Habiburrokhman kepada wartawan, Jumat (13/11).

Pun demikian yang terjadi dengan posisi Prabowo Subianto di pemerintahan. Menurutnya, hal tersebut terjadi karena bagian dari proses rekonsiliasi pemerintah dan oposisi.

“Pak Prabowo masuk kabinet adalah momentum awal rekonsilisi. Kita lupakan perbedaan dan tumbukan kebersamaan untuk sama-sama mengatasi persoalan kebangsaan. Kepulangan Habib Rizieq adalah momentum lanjutan untuk memaksimalkan rekonsiliasi,” tandasnya. (Rmol)

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya