Mantan kepala staf Gedung Putih, Mick Mulvaney, membenarkan bahwa Donald Trump akan mencalonkan diri lagi pada Pilpres 2024. Ia mengatakan, di balik penolakan Trump terhadap hasil pemilu, Trump masih memiliki obsesi untuk pencalonannya.  

Trump terus secara terbuka menolak untuk menerima kekalahan dalam pemilihan pekan lalu dan timnya telah mengajukan beberapa tuntutan hukum di negara-negara bagian utama yang membantu Presiden terpilih Joe Biden mengamankan kemenangannya.

Mick Mulvaney, sekutu dekat Donald Trump itu mengatakan kepada lembaga think tank Institute for International and European Affairs bahwa Trump sendiri yang telah mengatakan keinginan pencalonan kepada dirinya.  

“Sekarang, saya pikir orang-orang mulai menyadari bahwa Donald Trump kalah. Dia mungkin (untuk mencalonkan diri sebagai kandidat Partai Republik pada tahun 2024), dan saya beri tahu Anda benar,” kata Mulvaney, seperti dikutip dari SCMP, Kamis (12/11).

“Saya benar-benar mengharapkan presiden untuk tetap terlibat dalam politik dan benar-benar akan menempatkannya dalam daftar orang-orang yang kemungkinan akan mencalonkan diri pada tahun 2024. Dia tidak suka kalah,” lanjutnya.

Trump ada seseorang yang “berenergi tinggi” dan mungkin akan mencalonkan diri pada tahun 2028, pada saat itu dia akan berusia 82 tahun, menurut Mulvaney.

“Jangan melupakan fakta bahwa secara teknis dia akan lebih muda dari Joe Biden saat ini, empat tahun dari sekarang (Trump akan tetap lebih muda). Cerita tentang tingkat energinya, fakta bahwa dia orang yang tidak pernah tidur, dan sangat lincah," kata Mulvaney, yang saat ini menjabat sebagai utusan AS untuk Irlandia Utara.

“Itu bukan barang spin. Dia berusia 74 tahun yang sangat berenergi dan saya benar-benar berharap dia akan terlibat lebih jauh pada tahun 2024 atau 2028 jika dia kalah dalam pemilihan berikutnya. Sebenarnya ada kemungkinan bahwa Donald Trump mencalonkan diri lagi pada tahun 2028 dan Joe Biden tidak.”

Di bawah konstitusi AS, presiden hanya dapat menjabat untuk dua masa jabatan empat tahun, meskipun masa jabatan tersebut tidak harus berturut-turut.

Spekulasi tentang masa depan Trump meningkat pada hari Rabu (11/11) ketika dia mengumumkan bahwa dia ingin Ronna McDaniel melanjutkan sebagai ketua Komite Nasional Republik.

Presiden yang telah selesai masa jabatannya biasanya tidak dapat menentukan siapa yang memimpin komite utama Partai Republik, dengan satu sumber mengatakan kepada Reuters itu adalah tanda awal bahwa  Trump sudah berencana untuk mencalonkan diri lagi pada tahun 2024.

Trump menulis di akun Twitternya, bahwa ia mendukung Ronna McDaniel.

“Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa saya telah memberikan dukungan penuh dan dukungan saya kepada Ronna McDaniel untuk terus memimpin Komite Nasional Republik (RNC). Dengan 72 JUTA suara, kami menerima lebih banyak suara daripada Presiden yang duduk dalam sejarah AS - dan kami akan menang!,” cuit Trump.

Jadi, apakah rencananya mencalonkan diri di Pilpres 2024 sebagai tanda dia sebenarnya mengakui kemenangan Joe Biden? (RMOL)

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya