Sebagian publik menyayangkan ketidakmunculan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto terkait OTT dan status tersangka orang dekatnya Menteri KKP Edhy Prabowo.

Sikap partai yang dipimpin Prabowo itu hanya disampaikan Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad dan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani.

Gerindra menghormati proses hukum yang dilakukan KPK terhadap dugaan korupsi yang dilakukan Edhy. Diharapkan proses hukum berlangsung secara transparan, baik, cepat, dan pada akhirnya masyarakat akan dapat mengetahui duduk masalah.

"PS tidak muncul ke publik sangat disayangkan, semestinya mencari momen kontributif bagi pemulihan diri dalam membangun kepercayaan rakyat yang semakin merosot," kata pemerhati politik M. Rizal Fadillah, Sabtu (28/11).

Menurutnya, ada tiga hal yang membuat Menteri Pertahanan itu tidak berani muncul ke hadapan publik.

"PS takut untuk tiga hal," ujar Rizal Fadillah saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL.

Pertama, Prabowo khawatir kehilangan jabatan Menhan yang dianggap oleh dirinya strategis dan bermasa depan untuk kondisi "triumvirat" dan atau investasi Pilpres 2024.

"Kedua, PS sudah merasa 'kecemplung di kolam' (koalisi Jokowi). Keluar dari kolam menyebabkan posisi terjepit. Dibantai rezim dan belum tentu dipercaya rakyat," lanjut Rizal Fadillah.

Adapun yang ketiga, Prabowo secara pribadi berlatar belakang "anak istana". Karenanya dia dinilai tidak siap untuk menjadi oposisi apalagi pemberontak.

"Berjuang di zona nyaman adalah pilihan," sindir Rizal Fadillah. []

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya