Ahli Telematika, Roy Suryo, mengungkap alasan ingin ikut menyelidiki kasus video porno yang menyeret nama artis Gisella Anastasia. Roy ingin memastikan apakah video yang tersebar itu benar atau hanya hoax. 

"Karena butuh kepastian, jangan sampai artisnya bukan dia. Dia yang kemudian jadi korban dari isu yang tidak baik, kemudian isu itu sampai jadi trending," ujarnya saat live di Instagram, Senin 9 November 2020. 

Dalam kesempatan tersebut, Roy menjelaskan bahwa Kominfo sudah mencurigai lebih dari 140 unggahan di media sosial hingga Minggu, 8 November 2020.

"Kalau ini memang benar artis yang bersangkutan, kita harus evaluasi kenapa itu terjadi. Saya sekali lagi tidak menilai moral, tapi saya menilai secara perlindungan data pribadi, kenapa itu bisa terjadi. Jadi, lebih kepada bagaimana secara teknologi itu agar tidak menimpa orang lain dan tidak terulang lagi," ujar Roy Suryo. 

Lebih jauh, Roy mengatakan sudah melakukan beberapa tahapan untuk menyelidiki kasus ini. Termasuk, membandingkan visual orang yang ada dalam video porno berdurasi 19 detik tersebut, dengan menggunakan sebuah program. 

"Program itu biasa kita gunakan untuk membandingkan wajah seseorang, dan itu kita harus punya sampel pembandingnya dan sampelnya cukup mudah. Karena kalau artis GA ini kan, dia banyak sekali tampil di medsos, baik di IG maupun di kanal dia, jadi bisa diambil banyak," kata dia. 

Menurut Roy, wajah Gisel mengalami transformasi yang cukup jauh. Menurutnya, wajah Gisel terlihat berbeda satt awal meniti karier dengan mengikuti ajang Indonesian Idol sampai sekarang. 

"Sehingga memang, ada perubahan-perubahan yang terjadi pada dia sendiri. Saya pun coba melakukan sampling internal dari wajah dia di IG tanggal sekian, bulan sekian. Cuma kalau diperbandingkan, enggak 100 persen juga. Jadi munculnya 91 persen. Jadi, itu kan asli dia dibandingkan dengan asli dia. Itu pun berbeda-beda," tuturnya. 

Roy juga turut membocorkan hasil yang muncul ketika dia membandingkan wajah Gisel dengan wanita yang ada dalam video. 

"Nah, maka ini juga penting untuk dikasih catatan, kenapa hasil yang muncul ketika diperbandingkan dengan video yang heboh itu hanya sekitar 72-74 persen," kata Roy Suryo.[viva]

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya