Tidak ada yang istimewa dari pencopotan dua kapolda pada Senin (16/11) kemarin. Pencopotan yang dilatari pembiaran kerumunan massa itu dinilai sebagai sebuah mutasi biasa yang lazim terjadi di institusi kepolisian.

"Saya lihat ini mutasi yang biasa, tidak ada yang istimewa," kata Sekjen Partai Keadilan (PKS) Habib Aboe Bakar Alhabsyi kepada wartawan, Selasa (17/11).

Sebab, kata Aboe Bakar, Indonesia Police Watch (IPW) sudah pernah mengungkapkan bahwa akan ada mutasi dalam waktu dekat.

"Tanggal 12 kemarin, IPW sudah memprediksi bakal ada mutasi di tubuh Polri. Memang butuh penyegaran, regenerasi juga harus berjalan, sudah waktunya ada pergeseran," tukasnya.

Selain itu, anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS ini berharap para pengganti kapolda terpilih dapat segera beradaptasi terlebih menjelang Pilkada 2020 nanti.

"Semoga para pejabat baru segera adaptasi dengan lapangan karena menjelang Pilkada. Misalkan saja di Kalsel ada pilgub jadi kapolda baru akan baik jika segera menyesuaikan," tutupnya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat Rudi Sufahriadi dicopot dari jabatannya.

Pencopotan kedua Kapolda diduga telah membiarkan kerumunan massa saat acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan akad nikah putri keempat Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat. Dan, membiarkan kerumunan saat Habib Rizieq melakukan kegiatan di Megamendung, Puncak, Bogor, Jawa Barat. []

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya