Kebangkitan Partai Masyumi bisa meramaikan perpolitikan Indonesia bila disertai dengan strategi dan terobosan baru.

Selain dukungan logistik yang kuat, salah satu yang bisa dilakukan Masyumi adalah dengan menggandeng para tokoh populer yang bisa menggaet anak muda.

"Strategi baru itu bisa dengan mencari tokoh muda muslim berpengaruh dan punya popularitas bagus, seperti Anies Baswedan atau Sandiaga Uno," kata Direktur Survey and Polling Indonesia (SPIN), Igor Dirgantara kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (9/11).

Sebaliknya, bila Masyumi tetap mengandalkan tokoh kondang tapi tak bisa menggaet kelompok muda, tentu akan sulit untuk bersaing dengan partai politik berbasis Islam yang sudah cukup besar.

"Jika mengandalkan dai kondang seperti Uztaz Abdul Somad atau Habib Rizieq, tidak cukup bagus untuk tujuan pemilu," lanjutnya.

Kegagalan partai politik yang hanya mengandalkan kepopuleran tokoh sudah terbukti pada Pemilu 2019 lalu. Salah satu parpol yang disinggung Igor adalah Partai Idaman pimpinan Rhoma Irama.

"Kurang populer apa Rhoma Irama itu, konsernya tak pernah sepi. Tapi akhirnya tenggelam bersama Partai Idaman yang dia dirikan. Rhoma Irama tetaplah legend musik dangdut dengan jumlah penonton yang fantastis, bukan jumlah pemilih di bilik suara," tandasnya. (*)

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya