Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab diprediksi akan menjadi tokoh yan diperebutkan untuk menggaet suara pada pemilihan umum tahun 2024 mendatang.

Demikian prediksi pengamat politik Universitas Nasional, Andi Yusran saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (14/11).

Dalam pandangan Andi, Habib Rizieq adalah salah satu figur seksi yang akan didekati oleh elite politik  untuk menghadapi pertarungan Pemilu 2024.

Andi melihat, usai kepulangan Habib Rizieq ke Indonesia akan ada perubahan peta politik nasional. Ia meyakini pemerintah akan menata ulang hubungannya dengan sosok penting seperti Habib Rizieq sebagai simbol kekuatan politik informal.

"HRS adalah simbol munculnya kekuatan elit informal yang telah lama terlelap oleh kekuatan kooptasi kekuasaaan. Panggung politik Indonesia ditentukan seberapa mampu rezim menata ulang hubungannya dengan kekuatan politik informal," demikian kata Andi Yusran kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (14/11).

Dikatakan Andi, berbagai upaya rezim apabila tetap melakukan tindakan peminggiran sosok Habib Rizieq justru akan memperkuat posisi politik Rizieq dalam peta politik nasional.

Untuk menjaga kemuncula para elite formal yang berkiprah di partai politik, maka rezim Jokowi disarankan untuk tidak melkukan pola hubungan yang asimetris dengan Rizieq.

"Sejauh rezim berkuasa dapat mereposisi relasinya dengan kelompok politik informal (kel Islam) kearah yang lebih koperatif maka kemungkinan munculnya elit politik informal dalam panggung Pemilu 2024 akan relatif berkurang," demikian pendapat Andi Yusran. (*)

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya