Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di pelbagai kampus di Surabaya menyatakan sikap tegas bahwa mereka bukan bagian dari Gerakan Tolak Omnibus Law (Getol).

Hal ini disampaikan perwakilan BEM dari 10 kampus di Kota Pahlawan di depan Titik Nol kilometer Surabaya, Senin (9/11).



"Pada kesempatan ini, BEM Surabaya menyatakan bahwasanya kami bukan bagian dari Gerakan Tolak Omnibus Law Jatim," tegas Presiden BEM UNUSA, Riswanto, dikutip Kantor Berita RMOLJatim.

Menurut dia, Forum BEM Surabaya akan tetap mengawal isu yang sedang berkembang, yaitu disahkannya UU omnibus law dengan cara-cara akademis. Begitu juga dengan isu-isu lainnya.

Pada kesempatan sama, Presiden BEM Unesa, Badrus, juga mengimbau kepada seluruh mahasiswa di Surabaya untuk bersama-sama menjaga situasi Kota Pahlawan tetap kondusif.

"Dengan merefleksikan peringatan Hari Pahlawan 10 November melalui gerakan moral dan intelektual," terangnya.

Sementara, Presiden BEM UWK Surabaya, Eko Pratama menegaskan, Foru BEM Surabaya tidak akan terlibat aksi-aksi anarkis yang akan mencederai gerakan-gerakan moral dan intelektual serta mengganggu kondisi kenyamanan di Kota Pahlawan.

"Kami tidak akan terlibat aksi-aksi yang mengarah pada anarkis, apalagi mengganggu kondusifitas Kota Surabaya," tutupnya. (RMOL)

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya