Video yang menampilkan seorang ibu memukuli anaknya dengan tongkat viral di media sosial Aksi kejam ibu tersebut menghebohkan jagad maya Facebook.

Awalnya, akun Facebook bernama Wonderland Cheah membagikan sebuah video  di grup Facebook bernama KL娱乐站.

"Apakah ini bisa disebut manusia?  rang tua b*d*h, yang satu memukuli, satunya merekam!
Bagaimana bisa seorang anak kecil tahan terhadap pukulan seperti itu?!"
Video berdurasi 1.28 menit itu awalnya menampilkan seorang ibu berbaju merah, anak perempuan bergaun krem, dan balita laki-laki yang berada di dalam kamarT a perempuan tersebut memegang buku.

Nampaknya, anak itu sedang belajar. Di sampingnya, ada ibunya yang mengawasinya belajar. Sementara itu, balita laki-laki merengek kepada perekam video, yang diduga adalah sang ayah. Kemudian, terlihat seorang anak perempuan yang lebih kecil lagi.

Ia bergaun putih dan tampak memperhatikan bayi laki-laki yang sedang merengek. Diduga, anak yang sedang belajar adalah anak pertama, anak bergaun putih adalah anak kedua, dan si balita laki-laki adalah anak ketiga.

Tiba-tiba, sang ibu yang terlihat memegang tongkat berbicara dengan nada tinggi kepada anaknya yang sedang belajar. Ia pun beralih menatap suaminya, seolah bertanya apa yang harus dilakukannya.

Sebuah video yang menampilkan seorang ibu memukuli anaknya dengan tongkat viral di Facebook. Sang ayah justru merekamnya dan menyuruh pukul terus. (Facebook KL娱乐站)
Sang ayah yang berada di belakang kamera pun berkata, "Pukul saja dia."
Seketika, wanita tersebut langsung memukuli anaknya tersebut dengan tongkat habis-habisan.

Namun, wanita tersebut tetap tak melepas anaknya begitu saja.
Ia berteriak-teriak dan memukuli punggung anaknya tanpa jeda.

Bahkan, dia menyeret anaknya keluar kamar dan menendangnya dengan keras sambil berteriak-teriak kencang.

Dalam video tersebut, anak kedua tampak mematung melihat apa yang sedang dilihatnya.

Sementara itu, tanpa satu kata pun terucap, sang ayah terus merekam dan ikut keluar kamar.

Ia tetap merekam aksi kejam istrinya tersebut.

Lantas, ia menarik anak keduanya dan memukulinya di bagian belakang. Seketika, sang anak menangis kencang. Anak itu pun tersungkur di pojok lemari. Merasa tak puas, wanita itu kembali mencari korban lain.

Ia meraih anak balitanya yang laki-laki dan memukulinya. Video tersebut telah dibagikan sebanyak 5.100 kali di Facebook. Unggahan itu juga menuai 416 komentar dari warganet.

Hingga kini, belum diketahui siapa pelaku kekerasan dan di mana lokasi rumahnya.

Namun, warganet berspekulasi bahwa mereka berasal dari Cina, berdasarkan aksen dalam video.

Sebagian besar warganet geram atas tindakan keji orang tua tersebut.
Berikut beberapa komentar dari warganet. "Keduanya nampaknya punya gangguan mental.

Aku yakin sang ayah telah mendorong istrinya yang depresi itu untuk marah.

Mengurus anak adalah hal yang mustahil bisa dilakukan oleh suami istri sejahat itu.

Anak-anak yang malang menjadi korban dari orang tua yang tidak bertanggung jawab.

Ibu itu butuh banyak bantuan dan konsultasi.

Istri yang tertekan tidak akan pernah bisa memberikan cinta dan kepedulian kepada anak-anak," komentar akun Facebook bernama Jc Foo.

"Ibu yang tidak normal, mungkin terlalu banyak masalah dalam hatinya yang telah menyebabkan dia marah dengan anak-anaknya,

tapi tidak ada yang menghentikan dia untuk melakukan itu,
Anak adalah makhluk tak berdosa!
Membunuh anak hanya membuatnya masuk penjara dan tak punya keluarga! Kasihan anak-anak itu,

punya ibu yang tidak waras, yang tidak mampu menangani emosi anak-anak dengan benar, Mereka mengerikan!!!

Semoga anak-anak bisa mendapatkan ibu yang baik, yang mencintai dan memedulikan mereka.

Saya berdoa untuk anak-anak agar cepat sembuh, mencintai diri sendiri, hidup bahagia, hidup tanpa kebencian, karena kebencian akan menghancurkan kehidupan orang," tulis akun Facebook bernama Inaka Top.

"Mengapa sekarang begitu banyak orang tua yang gila?
Tidak tahu bagaimana berperilaku dan EQ rendah, mending tidak usah punya anak. Anak-anak tidak bersalah.

Mereka tidak layak jadi pelampiasan. Tubuh kecil seperti itu harus tahu cara menahan rasa sakit. Berdoa untuk anak-anak untuk hidup yang lebih baik," tulis Tammy Py Tang. Sumber: TribunNews.Com

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya