Josua Hutagalung mengaku menjual meteorid yang menimpa rumahnya seharga Rp 200 juta. Batu dari langit itu dijual Josua kepada seorang warga negara asing (WNA).
Josua mengatakan seng atap rumahnya yang tertimpa batu yang diklaimnya dari langit pun ikut dibeli WNA tersebut.

"Batunya kemarin saya jual Rp 200 juta batunya. Itu beratnya 1.800 gram. Itu saya jual ke orang Bali, atas nama Jared, bule tuh. Terus dia juga beli atap seng yang bolong Rp 14 juta. Jadi total Rp 214 juta," kata Josua saat dihubungi, Rabu (18/11/2020).


Warga di Dusun Sitambarat, Kolang, Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), ini membantah meteorid tersebut dijual hingga Rp 26 miliar. Dia khawatir kabar tidak benar (hoax) itu malah membahayakan keselamatan keluarganya.

Dia mengatakan bila batu langit itu laku hingga miliaran, bisa saja dia berhenti dari pekerjaan sehari-hari sebagai pembuat peti mati.

"Makanya kaget juga terima Rp 26 miliar. Saya jadi khawatir juga, anak kita segala macam. Kalau laku begitu, nggak bakal saya kerja bertukang kaya gini lagi," kata dia.


Sebelumnya, kabar meteor jatuh di Tapteng sempat bikin heboh. Benda langit tersebut menimpa atap sebuah rumah pada Sabtu (1/8) pukul 16.30 WIB.



Iya benar, kejadiannya ada meteor Jatuh," kata Josua kepada wartawan, Senin (3/8).

Josua mengaku awalnya mendengar suara riuh di langit saat ia berada di belakang rumahnya. Tidak berselang lama, dentuman keras pun terdengar tepat di samping rumahnya. Saat dicek, atap rumahnya antara ruang tengah dan dapur sudah bolong.



Setelah dicek, dia mendapati tanah di rumahnya sudah berlubang akibat meteor tersebut. Batu tersebut masuk ke tanah sedalam sekitar 15 cm atau seukuran sejengkal orang dewasa. Tanah sekitar lubang itu, menurutnya, juga tampak mengering. Dia mengatakan batu tersebut terasa panas hingga pukul 21.00 WIB saat itu.

Terkait peristiwa ini, Kepala Bagian Humas Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Jasyanto, mengatakan belum bisa menyebut batu itu meteor. Dia mengatakan tak bisa mengidentifikasi batu tersebut lewat foto.

"Kami belum bisa identifikasi karena belum lihat langsung," kata Jasyanto Senin (3/8). Dia meminta mengecek ke situs lapan.go.id soal informasi ada-tidaknya benda langit jatuh di wilayah Indonesia.(dtk)

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya