Seorang ayah di Kota Medan ditangkap Satreskrim Polrestabes Medan atas tuduhan rudapaksa anak tiri selama 6 tahun. Aksi bejat pelaku terbongkar setelah korban melaporkan kepada ibu kandungnya.


Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Martuasah Tobing mengatakan, pihaknya telah mengamankan pelaku berinisial C (46) dari rumah mereka yang tinggal sekitar Kecamatan Medan Barat.


“Pelaku sudah kita amankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” ungkap Martuasah melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Medan AKP Mardianta Ginting kepada wartawan, Jumat (27/11/2020).


Katanya, pihaknya menangkap ayah bejat yang rudapaksa anak tiri itu, setelah ibu korban melaporkannya dengan nomor LP/ 2927 / XI / 2020 / SPKT RESTABES MEDAN, 25 November 2020. Tak lama kemudian, ayah tiri korban itu pun akhirnya masuk bui.


Mardianta mengatakan, dari pemeriksaan terhadap pelaku, terungkap perbuatan mesum sudah terjadi sejak tahun 2014 silam. Kala itu, korban masih pelajar kelas IV SD. Selama 6 tahun itu pula korban terus menjadi budak seks ayah tirinya itu.


“Perbuatan persetubuhan tersebut sering dilakukan, didalam rumah mereka. Perbuatan yang terakhir pada bulan Juni 2020,” sebutnya.


Korban tak bisa berbuat apa-apa dan hanya memendam selama 6 tahun itu, hingga ia mulai beranjak remaja. Selama itu pula ia terus melayani nafsu setan ayah tirinya itu. Klimaksnya, korban sudah tak tahan lagi menahan beban tersebut dan akhirnya menceritakannya kepada sang ibu melalui pesan WhatsApp, Selasa (24/11/2020).


Ada pun isi chat tersebut, pengakuan korban yang dalam tekanan bila tak meladeni nafsu ayah tirinya itu. Pelaku akan mengusir anak tirinya itu bila melaporkan aksinya itu kepada ibunya. Bahkan, pelaku serius akan menyebarkan foto bugil anak tirinya ke media sosial.


Ini chat korban kepada ibunya. ‘Ma, sebenarnya perawan saya sudah diambil bapak tiri sejak aku kelas empat SD. Dan sekarang ini bapak mengancam lagi mau tiduri saya. Kalau tidak diladeni, bapak tiri mau sebari foto telanjang aku ke media sosial facebook dan WhatsApp aku’ tulis korban.


“Tersangka menerangkan melakukan pengancaman terhadap korban agar tidak memberitahukan perbuatan tersangka kepada ibu kandungnya, karena akan diusir dari rumah,” jelas Mardianta.


Berkat pesannya itu, peristiwa kelam yang korban alami selama bertahun-tahun itu terungkap. Kini ayah tiri predator itu sudah meringkuk dalam jeruji besi.


Pelaku dikenakan dengan Pasal 81 Ayat (1),(2),(3) Jo 76 D Subs Pasal 82 Ayat (1),(2) Jo 76 E UU RI No. 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun kurungan penjara.

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya