GELORA.CO - Ada dugaan praktik kecurangan dalam kontestasi pemilihan walikota dan wakil walikota Tangerang Selatan.

Berdasarkan tulisan sejarawan Bonnie Triyana di akun Twitternya, Minggu (6/12), ia mendapati ada pihak yang diduga oknum petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) membagikan formulir C disertai dengan bingkisan bergambar paslon nomor urut 3, Benyamin Davnie- Pilar Saga Ichsan.



"Barusan dikasih formulir C untuk ikut memilih dalam Pilkada Tangerang Selatan. Yang bagiin nitip bingkisan sambil bilang 'ini ada titipan dari Pak Benyamin'. Saya tinggal di Residence One, BSD. Tolong Bawaslu Tangsel bertindak," kata Bonnie di akun Twitternya.

Menurutnya, pembagian formulir C merupakan tanggung jawab KPPS. Namun yang membuatnya heran, formulir tersebut dibagikan dengan menyertakan bingkisan bergambar petahana.

Merespons hal tersebut, aktivis antikorupsi Ade Irawan menilai praktik kecurangan tersebut sangat merusak demokrasi dan menciderai persaingan yang adil.

"Dan tentu saja pelanggaran aturan main pemilu, yaitu kampanye di masa tenang dan netralitas penyelenggara," katanya.

Atas temuan tersebut, ia pun meminta agar oknum yang diduga petugas KPPS tersebut segera ditindak dan ditelusuri kemungkinan oknum lain yang terlibat.

"Sudah tentu sanksi yang tegas bagi pelaku, termasuk yang memerintahkan anggota KPPS, agar ada efek jera," tandasnya.

Adapun Pilkada Tangsel diikuti tiga pasangan calon. Pertama pasangan calon nomor urut 1 Muhamad-Saraswati, paslon nomor urut 02 Azizah-Ruhama, dan paslon nomor urut 3 Benyamin Davnie- Pilar Saga Ichsan.(RMOL)

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya