Seorang bayi berusia 11 bulan di Malaysia meninggal karena diduga telah diperkosa suami pengasuhnya.

Dikutip dari Bernama, bayi berinisial ZA diduga telah diperkosa oleh suami dari pengasuhnya di Kawasan Serdang, Selangor, tak jauh dari Kuala Lumpur.

Kantor berita mengutip kepala polisi Kajang ACP Ahmad Dzaffir Mohd Yussof yang mengatakan korban meninggal pada pukul 10.30 WIB pagi setelah dirawat selama dua hari di Rumah Sakit Serdang, dekat Kuala Lumpur, Jumat (9/11/2018).

"Berdasarkan keterangan ibu korban, ketika dia dikirim ke rumah pengasuh di pagi hari, korban dalam keadaan sehat. Namun, korban dikatakan menderita sesak nafas di sore hari dan dilarikan ke Klinik Bandar Baru Bangi, sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Serdang," katanya.

Dari pemeriksaan lebih lanjut, tim dokter pun melaporkan kalau alat kelamin korban mengalami luka.

Diketahui, ibunda ZA, Noraihan bekerja sebagai operator di pabrik di kawasn Bandar Baru Bangi, dekat Kuala Lumpur.

Belakangan terungkap, ternyata bayi ZA tidak dijaga oleh wanita yang dikenal ibu bayi lewat Facebook, melainkan oleh suaminya.

Selain dugaan perkosaan, polisi juga menduga ZA juga mendapat kekerasan fisik.

Ahmad Dzaffir mengatakan dari hasil pemeriksaan post-mortem oleh Departemen Patologi Rumah Sakit Serdang menemukan bahwa kematian korban adalah karena adanya benturan benda tumpul di kepala korban, di mana tengkorak bayi itu retak.

"Ada juga memar yang ditemukan di bagian kiri atas dan kanan kepala korban," katanya.

Menurut dia, orang tua korban yang tinggal di perumahan yang sama dengan pengasuh telah menitipkan anak mereka ke sana sejak September.

Ahmad Dzaffir mengatakan polisi kemudian menangkap penjaga dan suaminya, yang bekerja sebagai tukang cukur.

"Kami menangkap pengurus berusia 28 tahun dan suaminya, berusia 36 tahun, kemarin.

"Tes urin menemukan pria itu positif menggunakan methamphetamine," tambahnya.

Pria itu telah ditahan selama lima hari hingga Selasa, dan kasus ini sedang diselidiki berdasarkan Pasal 302 KUHP untuk pembunuhan.

Kenal Lewat Facebook

Dikutip dari TribunBatam.id, Noraihan mengatakan, ia awalnya mengontak wanita yang berusia 36 tahun itu lewat Facebook, kemudian melanjutkan pembicaraan via WhatsApp.

Setelah keduanya sepakan, Noraihan mengantar dua anaknya (satu lagi laki-laki usia 5 tahun) pada 21 September 2018 lalu.

Pengasuh itu menjaga anak itu dari pukul 7 pagi hingga 7 malam dengan upah RM550 atau sekitar Rp 1,9 juta per anak.

“Saya menitipkan bayi itu karena mendapatkan pekerjaan di sebuah pabrik di Bangi. Saya mengenal pengasuh itu melalui Facebook," katanya.

Seminggu sebelum menitipkan kedua anaknya, mereka bertemu di rumah pengasuh tersebut.

“Saya berjumpa dengan pengasuh itu di rumahnya yang tidak jauh dari rumah kami, di Seksyen 16, Bandar Baru, Bangi," katanya.

Wanita itu mengatakan berjanji akan merawat dua anaknya seperti anaknya sendiri, karena ia juga punya anak berusia satu tahun delapan bulan.


Namun, apa yang dikatakan, berbeda dengan kenyataan, karena dua minggu lalu, ia menemukan lebam di lengan, paha dan kening anaknya.

Malah, bibir dan gusi ZA juga membengkak sehingga dia tidak mau menyusu serta kerap menangis.

Pengasuh itu mengatakan kepadanya, lebam itu akibat digigit oleh anak lelakinya.

"Keadaan ZA menyebabkan kami tidak mengantar dia ke rumah pengasuh itu selama beberapa hari," katanya.

Ia dan suaminya kemudian menitipkan bayi ZA di rumah saudaranya di kawasan Klang.

Namun, karena ia terus menangis, mereka jadi segan dan pada Rabu pekan lalu, akhirnya kembali mengantarkan ke rumah pengasuh tersebut.


Noraihan kiin hanya bisa menyesal dan meratapi kepergian buah hatinya, ZA.

"Selama kasus Zara tidak diselesaikan, selama pelaku tidak dihukum, saya tidak akan merasa tenang," katanya dikutip dari Bernama.

Ms Noraihan dan suaminya, Muhammad Zainal Abduk Rahaman, 27, dan putra mereka MAZ kembali ke kampung halaman mereka di Rantau Panjang di Kelantan untuk mengubur ZA pada hari Sabtu (9/11/2018).


Di akun Facebook-nya, Noraihan pun mengunggah foto-foto pemakaman buah hatinya.

Ia pun menulis caption di unggahan itu dengan kata-kata yang menyayat hati.

"Kamu damai di sana sayangku ... Tunggu ibu di surga,".

Noraihan bercerita, ia mendapat kabar pada Rabu (7/11/2018) kalau anaknya masuk rumah sakit dan dalam kondisi kritis.

Babysitter dan suaminya membawanya ke rumah sakit.

"Si babysitter sudah meneleponku lima kali, tapi tak sempat di angkat," kata Noraihan.

"Setibanya di rumah sakit, saya menemukan pengasuh merasa sangat menyesal, tetapi suaminya hanya tenang seolah-olah tidak ada yang terjadi," ungkapnya.

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya