Melansir Galamedia, hanya enam jam setelah menatapnya untuk pertama kali, Li membawa bayi mungilnya. Berikutnya adalah aksi yang memicu gelombang kemarahan.

Entah apa yang ada dalam pikirannya saat ia memasukkan darah dagingnya sendiri ke dalam tas nilon dan menentengnya seolah bukan apa-apa.Li lalu berjalan ke kawasan hutan terdekat. 

Di sana ia melempar kemarahan dengan melempar anak perempuan yang dikantonginya dari ketinggian.

Namun 12 jam setelah dilempar, ternyata si bayi ditemukan selamat. Tas yang dilempar ayahnya sendiri tadi menyangkut di antara ranting yang sama sekali tak melukai. 

Polisi melakukan pencarian setelah mendapat laporan dari seorang dokter di Magui Health Centre. Gaozhhou Television menyebut dokter yang tak disebutkan namanya itu melaporkan hilangnya jabang bayi yang baru beberapa jam dilahirkan.

Tak perlu waktu lama kecurigaan mengarah pada Li yang saat diinterogasi tak mengelak dari tuduhan. Dari pengakuannya polisi dan sukarelawan menyisir lokasi di mana ayah yang gelap mata itu membuang bayinya. 

Menuruni tebing, salah seorang petugas yang diturunkan mendengar tangisan bayi sekitar 30 meter dari tepian tebing. Sejumlah reporter ikut menunggu bersama kerabat korban.

Dari klip video yang kemudian viral terlihat bagaimana seorang suster dan dokter mengeluarkan bayi merah dari tas nilon dan memeriksanya sebelum dibawa ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan tak ada luka serius pada tubuh bayi yang kini sudah kembali ke pangkuan ibunya.

Sementara itu, dari keterangan pada polisi Li ternyata sudah dikaruniai seorang putra. 

Tepatnya, dua orang putri dan seorang anak laki-laki. Tapi rupanya ia sangat ingin punya anak laki-laki lagi dan saat tahu si bungsu perempuan ia memilih membuangnya. (Zee)
Sumber:Manaberita

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya