GELORA.CO -  Politikus Nasdem Irma Chaniago yang sempat menjadi Juru Bicara Tim Kampanye Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku menyesalkan soal permusuhan yang sempat terjadi akibat Pilpres.

Bahkan permusuhan itu masih terasa hingga sekarang.

"Ya sebenarnya saya cukup menyesal juga ya, kenapa Pilpres kemarin demikian brutal."

"Sampai harus memecah persatuan dan kesatuan bangsa. Yang sampai hari ini tidak selesai-selesai, terus saja," kata Irma.

Tak hanya itu, Irma mengaku dirinya hingga kini juga masih mendapat serangan dari pendukung-pendukung yang belum menerima hasil Pilpres.

"Dan pembunuhan-pembunuhan karakter saya sebagai salah satu jubir Jokowi masih dilakukan para pendukung-pendukung yang belum move on," sambungnya.

Lalu, Irma menyinggung bagaimana dulunya Sandi disebut pernah berkata tidak akan mau jadi menteri dari Jokowi.

"Artinya begini dengan masuknya Sandi, kalau soal kapasitas saya yakin Si Sandi juga punya kapasitas."

"Tapi Si Sandi pernah menyampaikan kan kepada publik misalnya detik.com tidak mau jadi menterinya Pak Jokowi," singungnya.

Meski demikian, Irma mengaku tetap puas dengan masuknya Sandi.

Ini membuktikan bahwa Sandi akhirnya mengakui kepemimpinan Jokowi.

"Tapi dengan masuknya Sandi ke kabinet saya senang 1-0. Saya menang 1-0."

"Artinya semua keburukan-keburukan yang disampaikan Sandi saat Pilpres itu hoaks, Sandi mengakui bahwa kepemimpinan Pak Jokowi patut dibanggakan dan dibantu," ujar Irma.

Terkait soal dirinya pernah menyebut menyesal telah berjuang keras dan berdarah-darah demi kemenangan Jokowi kini hanya sia-sia, Irma langsung membantahnya.

Yang ia sesalkan adalah beberapa tokoh di Gerindra yang masih terus menyindir Jokowi.

Menurut dia, tokoh-tokoh yang tetap menyindir Jokowi bisa membuat pihaknya juga sakit hati.

Padahal Gerindra sendiri sudah mendapatkan tempat di kabinet.

Sehingga, Irma menyarankan agar pihak Gerindra memberikan klarifikasi terkait anggotanya yang masih banyak menyinggung Jokowi.

"Boleh lawan dirangkul tapi kawan juga harus diajeni bahasa Jawanya, kawan harus diajeni jangan kemudian temen-temen Gerindra sudah mendapatkan posisi yang bagus dan strategis."

"Tapi banyak juga nih temen-temen Gerindra yang nyinyirin presiden dan ini tidak diklarifikasi pusatnya, ini enggak bener," lanjutnya. []

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya