Foto tiga pengamen kecil yang berasal dari daerah Bandung, Jawa Barat, viral di sosial media.
Foto tiga pengamen kecil itu ramai diperbincangkan, lantaran mereka diduga sering dipukul oleh ayahnya apabila pulang ke rumah tidak membawa uang sesuai target.
Foto tersebut diunggah oleh akun Twitter @berlyannn pada Rabu (10/4/2019).

"TWITTER PLEASE DO YOU MAGIC
yang rumahnya daerah bandung boleh banget nih bantu 3 dedek ini. 3 dedek ini suka ngamen di lampu merah bandara Hussein. Adeknya suka eskrim sama yupi! Dedek ini kalo gak bawa uang pulang ke rumah, suka dipukul ayahnya," tulis akun Twitter @berlyannn.

Meskipun belum ditahui siapa nama ketiga anak kecil tersebut, akun Twitter @berlyannn mengatakan bahwa anak-anak itu memiliki kepribadian yang baik.
Anak yang paling besar sangat dewasa sekali, anak ke dua berbicara menggunakan bahasa sunda, sementera anak yang paling kecil sangat suka bercerita.

Monmaap lupa nanyain namanya, rumah mereka di citepus 3 blok bakso (?) gitu katanya. Dedek yang paling kecil suka banget cerita, kakaknya paling besar dewasa banget, yang tengah ngomongnya sunda mulu, gangerti akutuuu," tulisnya.
Dikabarkan jumlah uang yang harus mereka dapatkan yakni Rp 50 ribu untuk anak yang paling besar dan Rp 30 ribu untuk anak ke dua.

Sementara itu, ibu ketiga anak tersebut sedang sakit di rumah.
"Jadi kakak yang paling besar sama dedek yang paling kecil harus bawa uang 50 ribu setiap hari, kalo yang tengah 30 ribu. Bapaknya ngapain? Gatauuuuuu. Ibunya sih lagi sakit dirumah. Nah kalo mereka gabawa uang, suka dipukul sama bapaknya," lanjutnya.

Akun Twitter @berlyannn juga mengatakan bahwa anak bungsu dari tiga bersaudara itu sangat ingin bersekolah.

"Dedek yang paling kecil pengen banget sekolah. Sedih ih. Ayo jangan malas belajar ya yang mampu buat sekolah," tulisnya.
Menurut penuturan akun Twitter @berlyannn, terdapat lebam pada mata anak yang paling besar.

Tumit adik yang paling kecil juga terluka akibat terkena jeruji sepeda.

Lain lagi dengan anak yang kedua, dikatakan ia tidak memiliki alas kaki atau sandal.

"Oya itu mata kakak pertama lebam gamau diobati, sama dedek yang paling kecil luka bagian tumit kena ruji sepeda katanya, trus dedek yang tengah gapunya sandal kalo ketemu tolong bawain dia sandal yaaa, tadi di alfam*rt gada sandal," tulis akun Twitter @berlyannn.

Akun Twitter @berlyannn mengungkapkan bahwa tujuannya menyebarluaskan berita tersebut bukanlah untuk mendapat sumbangan, melainkan agar orang-orang yang punya 'wewenang' bisa membantu anak-anak itu.

Tujuan utama dibikin thread ini bukan buat minta sumbangan, bukan! Tapi semoga dengan adanya thread ini orang2 yang punya 'wewenang' bisa bantu dedek ini. Saya gak setangguh itu buat ngelaporin bapaknya langsung. Jadi bantu tag dan rt nya ya," ungkapnya.

Postingan tersebut lantas mendapatkan banyak perhatian dari warganet.

Bahkan, Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kota Bandung melalui akun Twitter @Dinsos_BDG merespon dengan mengatakan bahwa tim Tim USR Dinsosnangkis telah meluncur ke lokasi.

Berdasarkan informasi dari tim, Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kota Bandung menyebut jika ayah yang bersangkutan sudah ditangani pihak Polsek Cicendo.

Namun, Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kota Bandung masih ingin memastikan terlebih dahulu anak tersebut (dalam foto yang dikirim) merupakan anak yang sama dengan yang diberitakan.
Hingga berita ini diturunkan, postingan itu sudah mendapatkan 423 komentar dan lebih dari 11 ribu retweet.

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya