GELORA.CO - Di sosial media viral beredar video pernyataan Perguruan Thawalib Padang Panjang yang mengecam gerakan Radikal-Intoleran.

Dalam video tampak beberapa pengurus Perguruan Thawalib Padang Panjang dan beberapa siswa, lalu ada beberapa aparat kepolisian yang menyaksikan. Ada pula aparat yang terlihat merekam.

Dalam video tersebut disampaikan pernyataan pengurus Perguruan Thawalib Padang Panjang:

"Kami menyatakan (1) Menolak setiap gerakan intoleran yang memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia (2) Kami melawan segala bentuk intoleransi, ujaran kebencian, dan tindakan yang dapat membahayakan kondusif negara (3) Mendukung pemerintah, TNI, Polri untuk memberantas aliran-aliran radikal yang dapat memecah belah bangsa....," demikian sebagian isi pernyataan.

Berikut videonya,

Setelah video tersebut viral, kemudian beredar surat klarifikasi dari YAYASAN THAWALIB yang menyatakan permohonan maaf atas kekhilafan rekaman video dan menyatakan video tersebut tidak mewakili Yayasan Thawalib Padang Panjang.

1. Permintaan permohonan maaf atas kekhilafan dengan rekaman video tersebut yang ternyata telah menimbulkan silang pendapat bagi yang menyaksikannya terutama di kalangan alumni Perguruan Thawalib.

2. Dengan berbagai pertimbangan , maka dengan ini yayasan Thawalib Padang Panjang mencabut rekaman video tersebut yang telah beredar di media sosial dan menyatakan bahwa rekaman video tersebut tidak mewakili Yayasan Thawalib Padang Panjang secara resmi.

3. Untuk iu, dalam klarifikasi yang kami sampaikan ini, maka sekali lagi kami menyampaikan permohonan maaf, semoga upaya kita semua upaya kita untuk memajukan Perguruan Thawalib, sebagai lembaga pendidikan Islam di Padang Panjang, dikabulkan.


0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya