GELORA.CO - Kabar duka datang dari mantan Sekretaris Menteri BUMN, Muhammad Said Didu. Adik kandung Said Didu meninggal dunia akibat COVID-19.

"Selamat jalan adikku Ir. HM. Suaib Didu, MM.Innalillahi wa inna ilaihi Rojiun," kata Said Didu melalui akun Twitter resminya seperti dilihat detikcom, Minggu (10/1/2021).

Said Didu mengatakan adiknya meninggal dunia pada Sabtu (9/10) kemarin. Said Didu menyebut adiknya meninggal pada usia 55 tahun.

"Telah berpulang ke Rahmatullah adik saya Ir. HM. Suaib Didu, MM tgl 9 Januari 2021 (umur 55 thn) jam 22.20," kata Said Didu.

Said Didu mengatakan adiknya meninggal karena terpapar virus Corona. Said Didu meminta doa untuk adiknya yang telah berpulang itu.

"Karena COVID-19. Mohon dimaafkan kesalahan almarhum, baik disengaja atau tidak. Selamat jalan adikku," kata Said Didu.

Menko Polhukam Mahfud Md turut menyampaikan duka cita. Mahfud mengatakan Suaib Didu alumni penerima beasiswa Supersemar.

"Turut berduka, inna lillah wa inna ilaihi raji'un, atas wafatnya M. Suaib Didu. Selain sebagai adik kandung sahabat karib saya @msaid_didu almarhum juga adalah Ketua Umum Keluarga Mahasiswa dan Alumni Penerima Beasiswa Supersemar (KMAPBS) di mana saya juga menjadi salah seorang pengurusnya," kata Mahfud Md saat membalas twit Said Didu, Minggu (10/1).

Mahfud mengatakan dirinya juga salah satu alumni penerima beasiswa Supersemar. Dia menyebut banyak pejabat negara mendapatkan beasiswa yang diberikan pada zaman Presiden Soeharto itu.

"Pada zaman Orba ada Yayasan Supersemar yang dibentuk oleh Presiden Soeharto yang memberi beasiswa kepada pelajar & mahasiswa yang kurang mampu. Banyak rektor, dosen, dan pejabat-pejabat sekarang ini yang dulu mendapat beasiswa dari Yayasan Supersemar. Saya adalah satu dari jutaan alumni penerima beasiswa Supersemar," kata dia. (*)

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya