Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang sejumlah pedagang ke Istana Kepresidenan Bogor. Pada kesempatan dirinya berbicara mengenai vaksinasi virus Corona (COVID-19) yang dimulai pekan depan.

Jokowi kembali menegaskan akan menjadi yang pertama disuntikkan vaksin virus Corona.

"Nanti juga mulai minggu depan vaksinasi akan dimulai, saya nanti yang disuntik pertama," kata Jokowi di hadapan para pedagang yang diundang ke Istana Kepresidenan Bogor, dikutip dari channel YouTube Sekretariat Presiden, kemarin Jumat (8/1/2021).

Selain itu, yang menjalani vaksinasi perdana adalah para tenaga medis dan selanjutnya baru masyarakat.

Menurut Jokowi ada sekitar 5,8 juta orang yang akan divaksin, dari total 182 orang yang ditargetkan mendapat vaksinasi.

"Januari ini yang disuntik 5,8 juta, total nantinya yang disuntik 182 juta, dua kali, disuntik dua kali, berarti vaksinnya butuhnya dua kali 182 juta. Bapak ibu bisa bayangin hampir 400 juta (vaksin) nanti disuntik," terang mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Tak hanya bicara soal waktu dimulainya vaksinasi, Jokowi juga berpesan kepada orang-orang yang enggan divaksinasi. Menurut Jokowi mereka yang tak mau divaksinasi bisa merugikan orang lain.

"Kalau ada yang tidak mau divaksin itu tidak hanya merugikan dirinya sendiri, tetapi bisa merugikan orang lain," tegas mantan Wali Kota Solo itu.

Lantas Jokowi bertanya kepada para pedagang yang hadir apakah mereka bersedia disuntik vaksin Corona? pedagang yang hadir pun menyatakan bersedia.

"Di sini ada yang tidak mau divaksin? ada? semuanya ingin divaksin? oke, baik. Syukur Alhamdulillah kalau semuanya ingin (divaksin)," ujarnya.

Jokowi menambahkan vaksinasi virus Corona ini sama saja seperti imunisasi yang umum dilakukan terhadap bayi dan anak-anak.

"Nanti kalau yang di vaksin sudah 182 juta (orang), itu 70% dari penduduk Indonesia, itu sudah terjadi yang namanya kekebalan komunal. Insyaallah COVID-nya sudah setop. Itu harapan kita semuanya," tambah Jokowi. Sumber: finance.detik.com

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya