Askari (43) merupakan Oknum Kepala Desa Sukowarno, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana penyalahgunaan dana BLT Rp 187 juta.

Berdasarkan pengakuan, Askari saat diinterogasi penyidik. Uang hasil korupsi tersebut dia gunakan untuk berfoya-foya, berjudi hingga menyewa PKS Online atau gadis Open BO.

Kapolres Musirawas AKBP Efrannedy mengatakan, dari hasil keterangan ketika menjalani pemeriksaan, Askari mengakui perbuatannya. Bahkan saat ini berkasnya telah dinyatakan lengkap alias (p21)

"Berkas sudah dinyatakan lengkap. Kita akan segera pelimpahan ke Kejaksaan bersama barang bukti dan tentunya tersangka juga," katanya lagi.

Ada beberapa barang bukti yang diamankan polisi diantaranya, Rekening koran desa, surat teguran dari BPD, kecamatan dan DPM Kabupaten Musirawas.

"Yang bersangkutan ditahan di Mapolres Musirawas sejak 14 September 2020." katanya lagi.

Penahanan dilakukan untuk penyidikan perkara oknum kepala desa diduga terlibat tindak pidana korupsi (penyelewengan) dana Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) sebesar Rp187.200.000.

"Dana yang seharusnya diberikan kepada 156 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak Covid-19 di Desa Sukowarno Kecamatan Sukakarya tersebut, diduga diselewengkan oleh oknum kepala desa. Uang itu digunakan untuk menyewa Pekerja Seks Komersial (PSK) dan Judi." kembali dia mengatakan.

Pelaku diganjar pasal 3 UU RI No 20 tahun 2001 perubahan atas pasal 31 tahun 1999 jonto pasal 8 UU tindak korupsi, dengan ancaman 20 tahun, denda minimal Rp 50 juta dan maksimal Rp1 milyar. 

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya