Jenazah Yuni Dwi Saputri (34 tahun), pramugari ekstra di pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada 9 Januari 2021, akhirnya teridentifikasi pada Minggu (17/1/2021).

Bukan lewat DNA keluarga sebagaimana korban-korban yang lain, jenazah Yuni teridentifikasi lewat DNA di sikat gigi miliknya.

"Ini properti (sikat gigi) milik Yuni Dwi Saputri yang berikan keluarganya," ujar Kepala Laboratorium DNA Pusat Kedokteran Kesehatan DVI Polri, Kombes Dr Ratna.

Menurut Ratna, meski lewat sikat gigi, tim DVI Polri tetap mendapati DNA Yuni secara utuh.

Jenazah Yuni menjadi satu dari lima korban yang terakhir teridentifikasi. Selain Yuni, tim DVI juga telah mengidentifikasi korban bernama Fao Nuntius Zai (penumpang, 11 bulan), anak dari Yaman Zai dan Arneta Fauzia; pramugari ekstra Oke Dhurrotul Jannah (24 tahun); Iuskandar (penumpang, 52 tahun); dan satu lagi yang tidak disebutkan namanya atas permintaan keluarga. 

Dengan tambahan lima nama tersebut, kini korban SJ 182 yang sudah teridentifikasi menjadi 29 orang, dari total 62 orang yang ada di dalam pesawat tersebut.

Junior Bernama Sama
Secara kebetulan, Yuni memiliki seorang junior di tempat ia bekerja yang memiiki nama yang mirip dengan namanya. Nama juniornya itu adalah Yunni Dwi SA.

Tak ingin publik salah kira, Yunni, junior Yuni, pun menyampaikan klarifikasi lewat Instastory di akun Instagram-nya, @yunni.swyn.
"Selamat malam semuanya. Terima kasih atas perhatian kalian. Memang di Manifest ada nama Mbak Yuni, tapi itu Mbak Yuni senior aku di tempat aku kerja," katanya. (indozone.id)

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya