Polsek Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten mendapat kecaman setelah memproses laporam kepala desa terkait unggahan seorang warga terkait jalan rusak di wilayahnya.

Seorang warga, Badrudin atau Badru sempaymt diamankan polisi selama dua hari lantaran dirinya dilaporkan kepala desa yang tak terima kondisi jalan rusak di wilayahnya diunggah di media sosial.

Badru mengunggah  foto seorang ibu hamil ditandu warga beberapa kilo meter akibat jalan rusak di akun Facebook miliknya.

Anggota DPRD setempat, Sahroni dalam keterangan persnya mengecam penahanan warga tersebut. Menurutnya apa yang dilakan tak masuk akal.

“UU ITE untuk melindungi rakyat, bukan untuk mengkriminalisasi dan membungkam aspirasi warga," kata, Sahroni kepada wartawan, Jakarta, Kamis (5/11/2020).

Pihaknya mengungkapkan polisi harusnya selektif dalam tindakan. Apalagi mengenai warga yang menyampaikan keluhan terkait kondisi di wilayahnya.

"Pihak kepolisian harusnya lebih selektif, dalam mengaplikadikan undang-undang, jangan asal ada laporan langsung ditindak," tuturnya lagi.

Badru, pria asal Lebak, Banten, harus menginap selama dua hari di markas polisi.

Hal ini terjadi, karena Badru mengunggah foto seorang ibu hamil ditandu warga berjalan kaki beberapa kilometer karena jalan rusak. Ia dibawa kepala desa ke kantor polisi lantaran dinilai mencemarkan nama baik.

Dalam unggahan foto tersebut, Badru menulis selama 75 tahun merdeka tapi belum merasakan akses infrastruktur yang layak. Akibat jalan yang buruk, seorang ibu bahkan harus ditandu pakai bambu dan dibungkus sarung.

Unggahan itu ternyata membuat berang pihak pemerintah desa. Pada Senin (2/11), Ia kemudian dibawa ke balai desa dengan kawalan RT dan langsung dibawa ke Polsek Panggarangan.

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, kepala desa tidak terima atas video yang viral tersebut, bahkan dinilai mencemarkan nama baik.

Setelah dua hari mendekam di kantor polisi, Badru kemudian dibebaskan pada Rabu (4/11), pukul 16.30 WIB. Ia dijemput oleh pihak keluarga.

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya