Oleh:Adian Radiatus
 ADA kawan orang asing bertanya apa arti bodong? Saya jawab seperti 'fake' alias palsu tapi untuk judul di atas lebih ke arah culas selain palsu, misalnya rambut palsu itu malah membuat indah pemakainya.

Membodongi kegiatan atas nama KLB dengan memakai antek-antek bayaran adalah bagian yang paling merusak tatanan demokrasi suatu bangsa apalagi yang memiliki filosofi ideologi politik selevel Pancasila yang mengagumkan banyak dunia luar selama ini.


Mengapa para petualang politik liar ini begitu berhasrat memprovokasi pihak-pihak di luar partai sebagai 'bemper' untuk mengambil alih model 'rampok' berdasi, di mana kesaksian mantan panglima TNI Gatot Nurmantyo menunjukan bukti nyata.

Ternyata jelas selain ambisi kotor kekuasaan juga tak pelak masalah dana operasional menjadi target para petualang politik itu. Beberapa peserta 'bodong' telah dikelabui janji bayaran yang tidak sesuai. Mereka pun berkicau, utusan palsu terima bukti janji palsu.

Memperalat peserta untuk melakukan perbuatan nista dan memalukan dengan cara semacam itu menjadi cermin nyata bagaimana kalau mereka kelak jadi pemimpin partainya? Patut diduga hanya model premanisme yang ada.

Memang tidak mungkin ada mental maling yang ingin bekerja jujur dan berintegritas atas hasil rampokannya.

Angka menipunyapun fantastis dari janji seratus juta menjadi hanya sepuluh juta. Mungkin memang dari 'sponsor' yang sakit hati itu belum turun pada saat KLB bodong berlangsung.

Namanya bodong maka seperti 'magician' saja menyulap judul janjinya menjadi 'from IDR one hundred million to ten million', yang penting dagelan sudah dijalankan.

(Penulis adalah aktivis Tionghoa)

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya