GELORA.CO - Razia prostitusi online yang dilakukan oleh polisi di Hotel Andra di Jalan Pandang Raya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Senin malam (8/3/2021), mengungkap banyak cerita memilukan di balik kehidupan para PSK yang terjaring.

Salah satunya adalah cerita dari seorang gadis berinisial NR.

Kepada petugas saat diamankan, NR mengaku terpaksa terjun ke dunia prostitusi lantaran himpitan ekonomi.

Apalagi, menemukan pekerjaan juga tidak mudah baginya yang cuma lulusan SMP. Dan negara pun tidak hadir untuk melindungi orang seperti dirinya, sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945.

"Lulusan SMP kayak saya ini, mau kerja apa," kata dia.

NR mengaku sudah melakoni "pekerjaan" sebagai PSK sejak setahun terakhir. Mirisnya, pacarnya pun mengizinkannya mencari nafkah dengan cara seperti itu.

Walau begitu, pacarnya itu tetap berencana akan menikahinya dalam waktu dekat.

Selain NR, kisah yang tak kalah perih juga dituturkan oleh D, seorang gadis cantik berusia 16 tahun.

Sebelum terjun ke dunia prostitusi, D mengaku terlanjur menjual keperawanannya kepada seorang kakek tua bangka seharga Rp5 juta.

Dari situ, D mulai ketagihan lantaran uang hasil menjual diri cukup memudahkannya menjalani hidup.

Apalagi, gadis cantik lulusan pondok pesantren itu sudah tidak memiliki orang tua. Ayahnya meninggal dunia, sementara ibunya tidak lagi menafkahinya.

Dalam menjual dirinya, D menjajakan diri melalui aplikasi MiChat. Dalam sekali pelayanan, ia biasanya mematok tarif antara Rp300 ribu hingga Rp1 juta.

"Tergantung kesepakatan," katanya.

Sebagai gadis muda, D tidak asal sembarangan menerima calon pelanggan. Ia hanya menerima pria-pria muda dan tampan.

"Ya, pilih-pilih juga lah, Pak," katanya.

Malam itu, D diamankan bersama 15 remaja lainnya, di antara 12 laki-laki dan 4 perempuan termasuk dirinya dan NR. []

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya