Jika PDIP Tak Usung Ganjar Pranowo, Akademisi UI: Kemungkinan PKS



Akademisi Universitas Indonesia (UI), Ade Armando beranggapan apabila PDIP tak mengusung Ganjar Pranowo sebagai Capres 2024 maka kemungkinan partai lainnya akan mendukung Gubernur Jawa Tengah itu salah satunya adalah PKS.

Hal itu disampaikan Ade Armando lewat cuitannya di Twitter, seperti dilihat pada Kamis 27 Mei 2021.

Selain PKS, menurut Ade, sejumlah partai lainnya di antaranya PAN, Demokrat, PPP, PKB, dan Nasdem juga akan berminat mengusung Ganjar.

“Kalau PDIP tetap menolak dukung Ganjar sebagai capres, sangat mungkin PKS, PAN, Demokrat, PPP, PKB, NASDEM rame-rame menjadi barisan parpol yang mengusung nama Ganjar,” cuit Ade Armando.

Terlepas dari partai apa nantinya yang akan mendukung Ganjar Pranowo, Dosen Ilmu Komunikasi UI ini pun mengaku akan tetap mendukung Ganjar.

Pasalnya, kata Ade, Ganjar dinilainya sebagai sosok penerus kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Saya sih akan tetap dukung Ganjar. Dia itu penerus Jokowi sesungguhnya,” ujar Ade Armando.

Ade Armando lewat tayangan videonya di kanal Youtube Cokro TV juga menyinggung soal kemungkinan Ganjar Prabowo diusung PKS dan Anies Baswedan dilirik PDIP.

Dalam video berjudul ‘Bagaimana Kalau Anies Didukung PDIP dan Ganjar Didukung PKS?’ tersebut, Ade menanyakan kepada publik siapa yang akan mereka pilih di Pilpres 2024 nantinya.

“Kalau PKS mengajukan nama Ganjar Pranowo dan PDIP mengajukan Anies Baswedan sebagai Capres 2024, siapa yang akan Anda pilih?,” tanya Ade Armando.

Menurut pengamat politik ini, pertanyaan itu mengemuka ke publik beberapa hari terakhir ini. Akan tetapi, ia tak mengetahui persis siapa yang pertama memunculkan pertanyaan itu.

“Pertanyaan ini mengemuka beberapa hari terakhir di media sosial. Entah siapa yang pertama menyebarkannya. Tapi ini adalah sebuah pertanyaan yang menarik,” tuturnya.

Ade Armando pun mengungkapkan, berdasarkan hasil survei Saiful Mujani Research Consulting, Ganjar masih menjadi kandidat calon presiden dengan nilai elektoral tertinggi yakni 21,6 persen.

“Dukungan terhadap Ganjar itu bahkan jauh di atas dukungan pesaing terdekatnya, seperti Anies Baswedan yang hanya 16 persen, Prabowo 14 persen, Ridwan Kamil 10 persen, dan Bu Risma 7 persen,” ungkap Ade.

Kendati demikian, menurut Ade, kabarnya Ganjar Pranowo tak disenangi anggota PDIP lainnya. Hal tersebut yang kemudian membuat dia terbuang dari partai.

“PDIP tidak happy dengan Ganjar. Saya sudah lama mendengar, bahwa banyak orang PDIP tidak mendukung Ganjar, sebagaimana pada 2014 banyak orang PDIP tidak suka dengan Jokowi,” ujarnya. []