PDIP Persilakan Ikuti Jejak Rustriningsih, Ini Jawaban Ganjar Pranowo



PDI Perjuangan (PDIP) mengambil sikap terkait polemik antara Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, yakni dengan mempersilakan jika Ganjar ingin mengikuti jejak eks kader PDIP Rustriningsih. Lalu apa tanggapan Ganjar?

Saat ditanya soal itu, Ganjar Pranowo menyebut saat ini dia lebih memilih fokus bekerja ketimbang membahas soal polemik yang sedang menimpa dirinya. Termasuk soal PDIP yang mempersilakan jika Ganjar dipinang partai lain dalam Pilpres 2024.

Ganjar menegaskan berfokus membantu penanganan virus Corona atau COVID-19. Ia menyebut sedang membantu Kabupaten Kudus karena menjadi daerah dengan kasus baru Corona terbanyak di Jateng.

"Saya konsentrasi bantu Bupati Kudus urus COVID. Ini lebih penting," kata Ganjar saat dimintai konfirmasi wartawan lewat aplikasi chatting, Selasa (25/5/2021) malam.

Setelah rapat penanganan COVID-19 di kantornya pada Senin (24/5), Ganjar memang mengatakan Kabupaten Kudus menjadi daerah dengan peningkatan kasus baru terbanyak. Ia meminta dukungan masyarakat dalam penanganan COVID-19 sehingga tidak menggelar kerumunan.

"Kudus ada lompatan tinggi, ini paling tinggi kasus baru. Maka kita minta siaga tambah tempat tidur (di rumah sakit)," ujar Ganjar tanpa menyebut jumlah lonjakan kasusnya, Senin (24/5).

Diberitakan sebelumnya, PDI Perjuangan (PDIP) mengambil sikap terkait polemik antara Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. PDIP mempersilakan Ganjar Pranowo mengikuti jejak eks kader Rustriningsih.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu Bambang Wuriyanto. Pria yang akrab disapa Bambang Pacul ini awalnya menyinggung tugas yang diamanatkan kepada Ganjar untuk menjadi Gubernur Jawa Tengah.

"Saya orang Jawa, Ganjar Jawa, ini kultur Jawa, oke? Kultur Jawa itu kalau diberi tugas sama komandannya, komandannya kan Ibu Megawati Soekarnoputri, jadi Mas Ganjar ini diberi tugas untuk menjadi Gubernur Jawa Tengah. Kepala daerah Jawa Tengah, karena beliau menjadi Gubernur Jateng, tugasnya kan di sana," kata Bambang kepada wartawan di kompleks gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa (25/5).

Bambang menyebut tidak ada masalah jika Ganjar berkeinginan mencalonkan diri sebagai presiden meski kini masih menjabat Gubernur Jawa Tengah. Menurut Bambang Pacul, keinginan Ganjar tentu tidak bisa dihalangi.

"Karena beliau menjadi Gubernur Jateng, tugasnya kan di sana, sekarang saya tanya sama dikau, Pak Ganjar kalau mau jadi presiden boleh nggak? Jawabannya pasti boleh. Tetapi wong pengen og, hati, rasa, itu tidak bisa dipenjara, rasa tidak bisa dipenjara itu kata para pemimpin kita dahulu. Jadi kalau pengen boleh," ucapnya.

Namun, ketika keinginan itu dijalankan dengan aksi, Bambang Pacul mengingatkan, Ganjar harus hati-hati. Dia pun menyebut kewenangan maju sebagai capres ada pada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Jadi kalau pengen boleh. Boleh nggak Pak Bambang Pacul, misalnya, memacari istri kamu? Boleh, tetapi ketika sudah menjadi tindakan, keputusan, dan kemudian bertindak, hati-hati loh, hati-hati loh. Hati-hatinya apa? Nomor satu tentu sudah tahu itu istri kawan aku, ada etika yang dilanggar, oke, Bambang Pacul ini cah Jowo ya toh, jadi sampeyan (Ganjar) boleh berkelit seperti apa pun, kita cah Jowo politisi, mesti paham maunya pasukan. Kalau tidak begitu, saya bukan komandan pasukan, Bos. Kalau itu sesuai dengan tata krama, fatsun, etika. Tetapi ada wilayah yang kita mesti hati-hati. Kalau wilayah aku pengen jadi calon presiden itu wewenangnya Bu Ketum," ucapnya.

Lebih jauh Bambang Pacul lalu bicara terkait jika ada keinginan partai lain meminang Ganjar sebagai capres 2024. Bambang Pacul menyebut PDIP mempersilakan jika Ganjar mau mengambil langkah seperti eks kader PDIP Rustriningsih.

Rustriningsih merupakan mantan kader PDIP dan Bupati Kebumen. Pada 2013, Rustriningsih ingin maju menjadi Gubernur Jawa Tengah, namun PDIP tak memberi restu. Rustriningsih pada Pilpres 2014 kemudian mendukung pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, berkebalikan dengan PDIP, yang mengusung Joko Widowo-Jusuf Kalla.

"Beginilah, bahwa Bu Rustri kader PDIP, itu srikandinya Ibu Megawati Soekarnoputri, Ibu statement di Jawa Tengah 'Ini Srikandiku', tapi ketika kemudian Bu Rustri pindah dengan partai lain, Ibu marah nggak? Saya nggak tahu persoalan Ibu, tapi ada nggak Ibu statement marah? Nggak ada. Boleh nggak? Ya monggo kalau orangnya (Ganjar) mau. Orangnya (Ganjar) mau, monggo, sudah banyak contoh kok. Banyak contoh itu di Jawa Tengah itu semua orang tahu, Ibu Rustriningsih," sebutnya.