Setelah Israel, Amerika juga Diacak-acak Hacker Indonesia



Setelah Israel, kelompok hacker Indonesia, Ganosec Team atau Garuda Anon Security, menyerang negara pendukung Israel. Salah satunya Amerika Serikat (AS). Beberapa waktu yang lalu mereka berhasil meretas CCTV di negeri Paman Sam.

"IP access CCTV USA/America leaked by Ganosec team or Garuda Anon Security. The taller one is, the more one drop. #ISRAELSUPPORTSTOP," demikian keterangan yang dikutip VIVA Tekno dari Facebook Ganosec Team, Jumat, 28 Mei 2021.

Dari laman Facebook Ganosec Team, mereka menunjukkan telah meretas https://hy.health.gov.il/. Tapi, menurut pantauan VIVA Tekno pada hari ini, situs tersebut sudah kembali normal.

Lalu, postingan lainnya yang juga bermitra dengan Padang Blackhat dan hacker Malaysia, DragonForce, Ganosec Team mengaku berhasil meretas 11 situs. Deface pada situs tersebut memperlihatkan logo dari kedua kelompok tersebut.

"Halo warga dunia! Pesan untuk Anda agar berhenti mendukung negara Zionis Israel. Mereka adalah sebuah negara yang menghancurkan komunitas beragama. Mereka tidak memiliki rasa kemanusiaan dan toleransi. Mereka adalah setan," bunyi pesan itu.

Serangan siber juga dilakukan terhadap dua situs berbahasa Prancis, dua situs berbahasa Portugis, serta pusat data (database) Singapura. Beberapa situs terlihat masih diacak-acak kelompok hacker Indonesia.

Bukan cuma Israel dan Amerika, hacker Indonesia juga pernah terlibat perang siber dengan Australia. Saat itu, menjelang akhir 2013, peristiwa ini bermula dari isu penyadapan Kedutaan Besar Australia di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Sebagai balasan, kelompok hacker lokal yang menamakan dirinya Anonymous Indonesia membajak ratusan situs Australia. Serangan siber lanjutan kemudian dibalas oleh hacker Australia agar serangan menyasar ke pemerintah tidak lagi ke situs publik.

Filipina dan Myanmar pun ikut merasakan betapa dahsyatnya serangan siber yang dilancarkan hacker Indonesia. Hacker Myanmar menyentil sentiman agama dengan menghina Indonesia dan Islam. Tak butuh waktu lama, ratusan website Myanmar tumbang dihajar oleh mereka.

Soal Filipina, hacker tetangga Indonesia itu melancarkan serangan siber secara brutal karena warganya yang bernama Mary Jane Veloso dijatuhi hukuman mati karena membawa barang terlarang ke Tanah Air. Hacker Indonesia membalasnya dengan mempublikasikan nomor telepon Presiden Filipina Benigno Aquino pada 2013. []