Sempat hilang, musisi asal Yogyakarta, Yulius Panon Pratomo (44), ditemukan tewas hanyut di Bengawan Solo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. 

Kedatangannya ke Solo ternyata ialah untuk menggelar konser musik daring di Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) Solo pada Rabu, 26 Mei 2021 besok.

Yulius dan rombongan kelompok Nafsigira tiba di Solo pada Sabtu (22/5) malam. Mereka lalu menginap di sanggar Nafsigira di Kelurahan Kemlayan, Solo, yang juga sekaligus tempat mereka latihan untuk konser musik rohani itu.

Manajer Yulius, Antonia Filicia Esa Rindi, mengatakan Yulius terakhir terlihat pada Minggu (23/5) dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB. Esa bangun tidur pukul 04.00 WIB dan sudah tidak mengetahui keberadaan Yulius.


"Mas Yus kan tidak begitu tahu jalan Solo, saya coba cari keliling ke tempat yang sekiranya dilalui, tapi nggak ketemu. Ponselnya ditinggal. Saya cek juga nggak ada janjian dengan orang lain," kata Esa saat dijumpai di Sanggar Nafsigira, Kemlayan, Solo, Selasa (25/5/2021).

Sehari setelah menghilang, kemudian ada kabar penemuan mayat hanyut di Bengawan Solo, Sragen. Setelah melalui pengecekan sidik jari, jenazah tersebut dipastikan sebagai Yulius.

Esa mengaku tidak mengetahui penyebab hanyutnya Yulius. Sebab hari-hari sebelumnya, kata Esa, pria 44 tahun itu tidak menunjukkan tanda-tanda aneh.

"Memang ini mengagetkan, karena hari-hari sebelumnya tidak ada yang aneh. Tiba-tiba ada kejadian ini, makanya kami kaget," ujar dia.

Persiapan Konser Yulius Panon

Ada empat karya bikinan Yulius yang akan dibawakan dalam konser mini orkestra. Saat itu, Yulius masih menyelesaikan aransemen lagunya.

Dalam menyelesaikan lagu, Yulius memang sering keluar rumah untuk mencari inspirasi. Esa pun sempat menduga Yulius hanya pergi untuk mencari inspirasi.

"Biasanya memang beliau cari inspirasi, naik motor keliling, pulang lalu ditulis," katanya.

"Tapi memang kali ini saya lihat teks-teks Mas Yus itu sudah disiapkan rapi. Ada teks untuk cello, biola, flute. Biasanya beliau menaruh teks berantakan," ujar dia.

Menurutnya, konser ini sudah disiapkan sejak April 2021. Hingga akhir hayatnya, Yulius masih terlihat sibuk mengurus persiapan konser, termasuk berkoordinasi dengan kru-kru lain.

Sementara itu, istri Yulius, Elisabet Retno Kawuri Budiman, mengatakan bahwa suaminya memang hidup dengan musik. Namun Yulius tetap tidak lupa dengan tanggung jawab sebagai kepala keluarga.

"Dia itu hidupnya di musik dan dapur. Selain musik, memang dia suka memasak," kata Elis.

Elis juga mengatakan bahwa tidak ada keanehan sebelum Yulius meninggal. Dia pun menyerahkan kasus itu kepada kepolisian.

"Dia bukan orang yang suka menutupi masalah, tapi pasti menceritakan di waktu yang tepat. Tapi kemarin tidak ada yang aneh," katanya.

"Kalau pemeriksaan awal kan memang infonya (Yulius Panon) murni tenggelam. Kami masih menunggu hasil autopsi dari polisi. Kami enggan berspekulasi. Kami serahkan kepada polisi," pungkasnya.

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya