Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, telah memasuki 100 hari masa kepemimpinan. Gibran dilantik bersama Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, untuk memimpin hingga 2026. Ia dilantik secara virtual dari gedung DPRD Solo oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, pada 26 Februari.

Di masa 100 hari pemerintahan, Gibran mengakui tidak mudah memimpin Solo, terutama di tengah kondisi pandemi COVID-19. "Saya akui masih banyak hal yang perlu dievaluasi. Tidak mudah memimpin Solo di tengah hantaman pandemi COVID-19," ujar Gibran, Sabtu (5/6/2021).

Putra sulung Presiden Jokowi ini akan membeberkan semua program lanjutan setelah 100 hari. Menurutnya, untuk mewujudkan visi misi saat kampanye Pilwakot Solo 2020, tidak cukup direalisasikan cuma dalam 100 hari. "Pekan depan saya tunjukkan semuanya program lanjutan. Sekarang pada 100 hari ini masih perlu dievaluasi," kata Gibran.

Ia mengakui masih terjadi berbagai kendala untuk mewujudkan programnya. "Kendala dalam memimpin Solo pasti ada. Kendala paling menonjol soal mengelola pemerintahan di tengah situasi pandemi corona," ucap Gibran.

"Yang saya rasakan ini pastinya juga dirasakan kepala daerah lain. Pandemi jadi penghalang," lanjutnya.

Selama memimpin Solo, Gibran mengaku mendapat banyak masukan dari masyarakat yang perlu ditindaklanjuti. Ia menyebut semua persoalan telah diinventarisasi. "PR (pekerjaan rumah) masih banyak. Masukan-masukan warga yang harus harus saya follow. Kerja 100 hari pertama tidak mudah bagi saya," terang Gibran.

Ia meminta dukungan dari masyarakat untuk memimpin Solo lima tahun ke depan. Dengan dukungan dari masyarakat, kata Gibran, program kerja akan mudah dilaksanakan.

Gibran pun tak memiliki kegiatan khusus sebagai penanda 100 hari pemerintahan. Semua kegiatan akan dijalankan secara normal seperti biasanya.

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya