Dicemooh Jadi Mualaf, Perjuangan Bule Kenalkan Islam Bikin Haru



Julie, seorang perempuan asal Inggris, mengaku memeluk agama Islam karena merasakan keindahan di dalamnya. Namun, menjadi muslim membuatnya harus menempuh jalan panjang hingga akhirnya, keputusan menjadi muslim bisa diterima oleh kedua orangtuanya.

Mualaf yang kini berusia 52 tahun itu menuturkan perjuangannya mengenalkan Islam pada kedua orangtuanya yang atheis. Sebelum memeluk Islam, perempuan berhijab itu memeluk agama Kristen mengikuti agama sang nenek.

"Nenekku seorang Kristen. Saya tumbuh bersamanya sehingga aku ikuti apa yang dia ikuti. Aku ikut beribadah dengannya di hari minggu dan terlibat dalam kegiatan di gereja. Intinya saya menjadi Kristen yang taat," beber Julie, dikutip dari kanal Youtube Ayatuna Ambassador.

Sekitar 20 tahun silam, Julie yang seorang Kristen yang taat, menilai bahwa Islam merupakan agama yang buruk. Pada suatu hari, Julie berkesempatan untuk bekerja sosial dengan seorang perempuan yang rupanya memeluk agama Islam.

"Saya cukup bingung karena sosoknya jauh beda dengan imej muslim yang agresif, kasar, kepada perempuan lain. Tidak ramah dan sangat tidak baik. Jadi (karena imej muslim) saya memutuskan untuk mengajaknya masuk ke agama Kristen," bebernya.

Ajakan Julie yang terus menerus itu membuat teman kerjanya muak. Hingga akhirnya memberi tantangan pada Julie. “ 'Jika kamu menemukan satu hal yang tidak benar dengan Islam, bukan pada orangnya tapi pada Quran, hadist dan hukum syariah, saya akan masuk kristen'.”

Tantangan tersebut disanggupinya. Menurut Julie, itu hal yang mudah dilakukan lantaran imej muslim yang selama ini diketahuinya dari media massa, cenderung buruk dan negatif. Ia pun membeli banyak buku, namun tak menemukan satu kesalahan pun.

"Saya punya satu rak buku sebelum saya benar-benar putuskan bahwa tidak ada yang salah. Jawaban yang tidak anda temukan dalam Kristen dalam alkitab, saya menemukan banyak sekali kecacatan, salah tulis di mana mana, saya tidak menemukan fakta. Dan saya temukan Islam berisi fakta," imbuhnya.