Geram COVID-19 Disepelekan, Bupati Banyumas Nekat Masuk Ruang ICU


BANYUMAS - Bupati Banyumas, Achmad Husein nekat memasuki ruang ICU dan isolasi pasien COVID-19 di Ruang Bugenvile dan Ruang Edelweis RSUD Margono Sukarjo. Sampai di dalam ruangan, bupati menyemangati pasien dan tenaga kesehatan yang bertugas.

Achmad Husein menyambangi satu persatu pasien COVID-19 dan menyempatkan berdialog dengan mereka. Bupati menyemangati mereka dengan mengajak tos dan mengajak untuk mengerakan badan agar mereka tetap semangat.

Dia mengaku sebenarnya dirinya juga takut, namun ingin melihat dari dekat dirinya nekat untuk melihat langsung, perjuangan tenaga kesehatan dan pasien COVID-19.

"Saya sebenarnya juga tidak berani, saya penakut. Cuma saya beranikan-beranikan. Terdorong ingin tahu, termasuk dari pakaian yang saya pakai ini. Dari pakaian yang saya pakai sebenarnya sengsara, tetapi karena tugas mereka harus menggunakan. Maka masyarakat jangan berfikir yang aneh-aneh," kata Achmad Husein dikutip Rabu (30/6/2021).

Dia menuturkan, mencoba bajunya saja sangat susah, apalagi mereka yang mengunakan berjam-jam. "Maka kita harus menghormati betul saya kepingin lihat diadalam situasi seperti apa walauapun saya juga berisiko tapi bismillah semoga tidak apa-apa,” katanya.

Setelah menyaksikan pasien COVID-19, bupati merasa iba dan trenyuh menyaksikan ada diantara mereka yang tersengal-sengal. Untuk itu dia geram dan sedih dengan orang yang menyepelekan COVID-19 dan memprovokasi orang lain.

Ia sedih dengan para pasien yang akhirnya gagal sembuh dari COVID-19. Di sisi lain, ia geram masih ada sejumlah orang yang menyepelekan, bahkan tidak percaya bahaya penyakit ini.

"Saya ke ICU dan isolasi. Sebanyak 80 persen cengep-cengep (tersengal-sengal) mengalami sesak napas akut. Kasihan sekali, maka saya semakin geram pada orang yang menyepelekan dan tetap tidak percaya penyakit ini, dan memprovokasi orang lain," katanya.

Terkait dengan pasien yang dikabarkan meninggal mendadak, Bupati menjelaskan karena mereka mengalami tromboemboli.

"Dari informasi yang saya terima mereka mengalami tromboemboli, dikarenakan gumpalan gumpalan darah kecil-kecil yang menumpuk di pembuluh darah kecil yang di paru. Sehingga menyebabkan pertukaran gas terganggu, seperti kita tenggelam, mendadak sesak nafas, proses bisa begitu cepat terjadinya," lanjutnya.

Oleh karena itu, Bupati mengajak kepada masyarakat untuk tidak menyepelekan penyakit ini. Meminta masyakarakat untuk segera berobat ke rumah sakit lebih awal ketika menyadari dirinya mengalami sakit seperti gejala COVID-19. Menurutnya banyak pasien yang meninggal karena terlambat datang ke rumah sakit.

Bupati juga mengajak masyarakat tetap patuh pada protokol kesehatan. Ia juga meminta antar warga untuk saling mengingatkan apabila ada warga lain yang tidak patuh pada protokol kesehatan.

Sementara itu Direktur RSUD Margono Sukarjo, dr Tri Kuncoro MMR mengaku istimewa atas kunjungan Bupati Banyumas yang ingin melihat langsung dan bersama petugas tenaga kesehatan di ruang isolasi RSUD Margono Sukarjo.

"Sungguh luar biasa kunjungan kali ini, bapak Bupati Banyumas ingin melihat langsung dan bersama sama petugas dan pasien COVID-19," ujarnya