Heboh Dokumen Kartu Kredit Pertamina Rp 420 M Bocor hingga Ahok Buka Suara



Persoalan kartu kredit di PT Pertamina (Persero) kembali disorot. Usai Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengungkap dapat kartu kredit dengan limit Rp 30 miliar, kini dokumen kartu kredit Pertamina bocor.

Dokumen tersebut memuat keterangan di mana nilai 'super group credit limit' mencapai Rp 420 miliar. Saat ditanyakan perihal dokumen tersebut, Ahok mulanya meminta agar dikonfirmasi ke Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.

"Nanya ke Dirut aja," katanya kepada detikcom lewat pesan singkat, Selasa kemarin (29/6/2021).

Saat ditanya apakah komisaris pernah mendapat laporan tersebut, Ahok mengatakan, justru ia meminta laporan tersebut.

"Justru kami minta. Nanti jika dibuka bisa pada kaget," katanya.

Ahok merupakan komisaris yang menolak fasilitas kartu kredit untuk para petinggi Pertamina. Menurutnya, penghapusan fasilitas kartu kredit itu sebagai kontrol dari pemakaian yang tepat sasaran. Apalagi, dirinya mengaku dapat kartu kredit dengan limit Rp 30 miliar.

Ahok mengusulkan penghapusan fasilitas kartu kredit itu dalam rapat umum pemegang saham (RUPS). Tak lama, niat Ahok menghapus fasilitas kartu kredit itu terlaksana. Kebijakan itu tertuang dalam surat No. 204/H00000/2021-S4 tanggal 15 Juni 2021 yang ditandatangani Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini.

Lebih lanjut Ahok menuturkan, selama ini dirinya hanya mendapat kartu kredit. Dia juga menuturkan, saat ini fasilitas kartu kredit untuk para petinggi Pertamina telah ditarik.

"Iya dan udah dapat sekarang setelah jadi rame di media," ujarnya.