Sebanyak 1.000 calon jamaah haji telah mengambil setoran lunas untuk pelaksanaan haji 2021/1442. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Khoirizi menyebut mereka akan diprioritaskan untuk berangkat lebih awal, namun jika tidak jadi berangkat, mereka akan diberangkatkan pada haji tahun 2022.

"Selama dia mengambil setoran lunas, akan kami prioritaskan. Andaikan pemerintah tidak memutuskan untuk berangkat, maka tahun 2022 kami pastikan mereka akan berangkat,” jelas Khorizi di Asrama Haji Pondok Gede, Kamis (03/06/2021).

Khoirizi melanjutkan, pihaknya siap mengembalikan uang setoran lunas ke jamaah guna membantu melewati masa-masa sulit saat pandemi. Namun, jika tak diambil dia memastikan uang tersebut aman.

“Apabila jamaah menghendaki uang setoran lunasnya diambil, kami siap mengembalikannya guna membantu meringankan kesulitan jamaah di masa pandemi. Kalau tidak diambil, saya pastikan uang itu aman,” ucapnya.

Dalam hal ini, asrama haji, lanjut Khoirizi siap melaksanakan apapun keputusan yang diberikan oleh pemerintah dalam waktu dekat ini.

"Jadi atau tidak jadinya berangkat haji tentunya akan berdampak. Kalau nanti pemerintah memutuskan untuk berangkat dampaknya adalah protokol lebih ketat, biaya cost tinggi, karantina cukup lama. Kalau tidak berangkat dampakya, antrean semakin panjang usia jamaah semakin tua, sosialisasi harus kita masifkan untuk bagaimana semua jamaah bisa memahami apapun yang diputuskan," ucapnya.

Ia pun mengajak umat Islam khususnya calon jamaah haji untuk bisa menerima kenyataan apapun. Karena keputusan yang diambil pemerintah adalah keputusan yang terbaik.

"Apapun keputusannya, itu betul-betul menjadi prioritas penting. Keselamatan dan kesehatan calon jamaah harus menjadi prioritas,"imbuhnya. []

0Komentar

Sebelumnya Selanjutnya